Sukses

Ciri Wanita Memiliki Bakat Botak

31 Mar 2015, 16:14 WIB
Pria, 18 tahun.

Dok ciri seorang wanita carrier botak itu apa ya? Apakah rontok sangat banyak ? Ato bagaimana?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kerontokan rambut adalah kehilangan rambut yang berkisar kurang lebih 120 helai per hari. Dapat terjadi menyeluruh atau setempat. Kebotakan dapat disebabkan berbagai macam penyebab, antara lain :

  • Infeksi kulit kepala
  • Stres emosional
  • Keturunan (genetik)
  • Autoimun : LUPUS
  • Depresi
  • Faktor fisis, misalnya tekanan pada bayi yang tidur pada satu sisi
  • Penyakit sistemik : sifilis, hipotiroid, hipertiroid
  • Obat : pil antihamil, metotreksat, siklosfosfamid, klorambusil

Salah satu jenis kebotakan pada pria usia dewasa muda yang disebabkan faktor keturunan dikenal dalam dunia medis dengan Male Pattern Alopesia (Alopesia Androgenika). Kebotakan ini biasanya muncul pada akhir umur dua puluh atau awal umur tiga puluh. Rambut rontok dimulai dari puncak kepala sampai dengan bagian dahi. Rambut batas dahi menjadi mundur dan dahi terlihat lebar. Penyebab kelainan ini adalah keturunan yang dominan. Bila pasangan suami istri sama-sama menderita penyakit ini maka semua anak laki-laki dan setengah jumlah anak wanita akan mengalami hal yang sama. 

Jenis kebotakan yang sama dapat terjadi juga pada wanita. Dalam dunia medis dikenal dengan Male Pattern Alopecia pada wanita (Alopecia Androgenika pada Wanita). Gejalanya mirip dengan alopesia androgenika pada laki-laki. Apabila pada wanita terjadi hal ini, maka jangan mengkonsumsi obat kontrasepsi yang mengandung progesteron dominan. Kerontokan rambut juga dapat terjadi secara merata mulai dari puncak kepala. Rambut menjadi tipis dan suram disertai rasa terbakar dan gatal.

Bagaimana dengan kebotakan yang terjadi pada Anda? Terapi untuk mengobati kebotakan antara lain  dengan menggunakan minoxidil, finasteride, kortikosteroid, dan estrogen-ekuin. Terdapat pula terapi lain seperti suntikan kortikosteroid ke kulit kepala. Namun tentu saja hal ini harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit kelamin. Dosis pemberian obat harus dengan pengawasan dokter ditakutkan efek samping yang mungkin terjadi.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar