Sukses

Pasangan Hepatitis B

30 Mar 2015, 11:58 WIB
Pria, 30 tahun.

selamat siang Dok..?? saya ingin menanyakan tentang seputar tentang Hepatitis.. kebetulan istri saya saat ini lg mengandung dan setelah di chek HBSag Positif..??? apakah langkah - langkah yang harus kami lakukan y dok..?? dan kalau istri saya positif berarti saya juga sudah positif y dok..?? dan tindakan apakah yang harus kami lakukan dan pencegahan apa yg bisa kami lakukan..? terima kasih..

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Untuk mengetahui apakah seorang menderita hepatitis B, Anda dapat melakukan pemeriksaan darah HbsAg (mendeteksi hepatitis B). Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril
  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

Untuk mengetahui apakah istri Anda bisa menularkan ke orang lain atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu melakukan pemeriksaan HBeAg dan Anti HBe. Apabila hasil yang didapat seperti ini :

  • HBe Ag reaktif/positif dan Anti HBe non reaktif/negatif artinya Hepatitis B masih infeksius
  • HBe Ag non reaktif/negatif dan Anti HBe reaktif/positif artinya Menderita Hepatitis B tapi sudah tidak menular lagi, disebut dengan Hepatitis B carrier .

Apabila infeksi VHB bertahan lebih dari 6 bulan (infeksi hepatitis kronik), dapat diberikan obat antivirus yang disebut interferon alfa. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati, namun tetap tidak dapat menghilangkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penderita hepatitis B kronik harus mengkonsumsi obat tersebut dan kontrol secara berkala ke dokter. Meskipun dengan pengobatan tersebut virus tidak dapat dihilangkan secara total, yang penting untuk dilakukan adalah menekan replikasi (perkembangbiakan) virus serendah mungkin, sehingga peradangan hati yang terjadi dapat lebih ditekan.

Pencegahan hepatitis B dapat dilakukan dengan pemberian vaksin Hepatitis B. Sebelum Anda diberikan vaksin hepatitis B maka sebaiknya diperiksakan dahulu apakah anda sudah terinfeksi atau belum. Jika terdapat bukti sudah terjadi infeksi maka Vaksinasi Hepatitis B dalam hal ini tidak ada manfaatnya lagi, karena infeksi sudah terjadi. Menurut WHO, vaksin Hepatitis B dapat melindungi seseorang hingga 95%. Namun untuk pencegahan menyeluruh, sebaiknya Anda menghubungi dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hepatologi,

Untuk selanjutnya kami menganjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar