Sukses

Anak Sering Muntah Setelah Makan

21 Oct 2015, 17:06 WIB
Pria, 39 tahun.

anak saya suka memuntahkan makanannya setelah makan. kadang tidak lama setelah makanannya habis, kadang juga ketika sedang bermain setelah makan. usia 1,5 tahun berat 10 kg

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Muntah saat makan memang lazim terjadi pada anak, namun bukan berarti hal ini tidak memerlukan perhatian lebih. Biasanya anak akan muntah saat diberikan makanan yang padat untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi karena beberapa hal, di antaranya: 

  • Tidak kenal atau tidak suka dengan makanannya
  • Terlalu banyak makanan di sendok
  • Makanan yang terlalu padat
  • Penyuapan yang terlalu ke belakang lidah
  • Beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan muntah pada anak adalah menelan banyak angin saat mengonsumsi susu, alergi terhadap protein susu sapi, infeksi, hingga gangguan anatomis saluran cerna seperti pylorus stenosis

Hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani muntah pada saat pemberian makan adalah:

  • Berikan makanan secara perlahan-lahan kepada anak
  • Jangan langsung menggendong anak setelah makan
  • Apabila anak masih tampak lapar setelah muntah, Anda bisa memberikan makanan atau ASI lagi kepadanya
  • Jangan mengubah jadwal makan anak hanya karena anak muntah. Tetaplah memberikan makanan sesuai jadwal
  • Sediakan handuk atau lap di sekitar tempat makan anak
  • Pada saat anak muntah, berikan ia jeda untuk mulai makan kembali

Dalam beberapa kasus, muntah dapat menjadi pertanda bahwa anak sedang mengalami masalah yang serius. Karenanya, Anda perlu mewaspadai muntah pada anak jika diiringi dengan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Tidak buang air kecil dalam waktu yang lama
  • Tidak tertarik dengan makanan
  • Lemas
  • Diare
  • Demam
  • Muntah dengan bau menyengat atau perubahan warna pada muntah (misalnya, menjadi hijau atau kuning terang)

Jadi, selama anak tetap sehat atau masih energik seperti biasanya setelah muntah, Anda tidak perlu khawatir dengan perkembangannya. Namun, jika anak terus menerus muntah dan/atau disertai gejala kegawatan seperti yang disebutkan sebelumnya, segeralah membawa anak untk diperiksakan kepada dokter spesialis anak terdekat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar