Sukses

Nyeri Dada Disertai Sesak

01 Apr 2015, 10:25 WIB
Pria, 20 tahun.

dok. saya mau tanya. salah satu penyebab rasa nyeri punggun dan dada bagian tengah kiri dan palpitas disertai rasa sesak napasi, kalau tidak salah dikarenakan asam lambung yang naik atau penyakit magh. masalahnya saya tidak punya pengalaman ada masalah pada pencernaan saya, rasa sakit di perut pun tidak pernah kecuali ketika merasa lapar itupun tidak terlalu sakit. jadi apakah benar saya punya masalah pencernaan atau lambung dok?

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan nyeri dada kiri menjalar ke punggung, yang disertai dengan sesak napas dan berdebar-debar dapat disebabkan oleh gejala penyakit maag atau penyakit jantung. Untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit jantung, perlu dilakukan pemeriksaan fisik, EKG, dan enzim jantung jika diperlukan. Jika memang negatif, maka penyebabnya adalah sakit maag, kemungkinannya adalah GERD.

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada, kembung, begah/sesak, batuk kering yang lama, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Hindari stres

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik.

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Terapi GERD biasanya membutuhkan waktu lama, bisa sampai 2-3 bulan, biasanya perkembangan dilihat setiap 1-2 minggu.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar