Sukses

Perdarahan Haid Berlanjut Setelah Hubungan Intim?

30 Mar 2015, 11:32 WIB
Wanita, 25 tahun.

Assalamualaikum Dok, Saya baru menikah 5bulan. kemarin saya ada berhubungan badan setelah mens (mens 3hr). karna hari ke 4 siangnya tdk ada darah mens yg keluar sedikitpun saya pikir sdh bersih dan malamnya saya HB dg suami. Tp selesai HB..selang setengah jam mungkin, saya merasa ada yg keluar karna sy pikir itu hanya sperma suami jd sy abaikan terus tidur aja. ternyata pas pagi saya bangun itu darah mens lumayan banyak..dan masih keluar smpe 3harian pasca sy HB. apakah itu berbahaya Dok? mengingat sy jg jarang sekali mens sampai seminggu. paling lama 5hr..itu jg hanya flek2..paling deras dihari pertama sm ketiga.. terima kasih banyak Dok..

Ibu/Saudari yang terhormat,

 

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Kami memahami kondisi Anda. Bagaimana siklus haid Anda selama ini? Apakah keluhan keluar darah setelah berhubungan baru kali ini Anda alami? Apakah setiap kali Anda berhubungan maka akan keluar bercak darah tersebut?  Apakah ada keluhan lain yang dirasakan? Saat ini yang perlu dipastikan apakah darah yang keluar adalah darah haid atau darah karena sebab lain. Apakah saat ini sudah berhenti? Jika sudah maka kemungkinan besar memang darah haid.

 

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari. Jika siklus menstruasi masih dalam kisaran waktu di atas dan jumlahnya sesuai maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika tidak sesuai dengan ketentuan di atas maka tidak normal. 

 

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan, kemungkinan lainnya adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.
 

Namun terdapat kemungkinan lain dari perdarahan yang Anda alami yang merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Kondisi ini sebaiknya juga ditanggapi dengan serius. Beberapa penyebabnya adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  6. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

 

Kami sertakan juga artikel "Gimana Sih, Siklus Menstruasi yang Normal?" untuk tambahan informasi Anda.

Juga beberapa artikel berikut:

Oligomenorea: Ketika Siklus Haid Memanjang

7 Penyebab Haid Tidak Teratur

4 Faktor Penyebab Telat Haid

 

Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Rubrik Kesehatan Kewanitaan yang kami miliki untuk panduan informasi lengkap Anda seputar kesehatan kewanitaan.

 

Saran kami adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera jika keluhan masih mengganggu. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Semoga keluhan Anda segera teratasi!

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam sehat selalu,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar