Sukses

Penanganan Retinopati Diabetikum

25 Mar 2015, 12:21 WIB
Pria, 48 tahun.

Dok, saya di diagnosis terkena Retinopati Diabetik, dianjurkan untuk melakukan suntik dengan avastin. Selain suntik, apakah ada cara lain ? atau adakah obat yang dapat menyembuhkan sakit saya itu. Terima kasih atas perhatiannya.

Terimakasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebetulnya diabetes memiliki efek pada berbagai organ tubuh. Komplikasi pada penderita diabetes dibagi menjadi 2 : mikro-angiopati dan makro-angiopati. Mikro-angiopati atau kelainan pembuluh darah kecil menyebabkan kerusakan ginjal (nefropati), kerusakan saraf (neuropati), dan kerusakan retina (retinopati). Sedangkan makro-angiopati atau kelainan pembuluh darah besar dapat menyebabkan kelainan jantung dan otak (stroke).

Bagian mata yang terkena efek kadar gula darah yang tinggi untuk waktu lama adalah retina, badan kaca, lensa, dan saraf mata. Efek gula darah yang tinggi pada retina (saraf mata) adalah terhadap pembuluh-pembuluh darah kecil di sana. Pembuluh darah dapat rusak, sehingga terjadi kebocoran darah yang masuk ke dalam badan kaca. Darah yang ada akan menghalangi jalannya cahaya menuju retina. Lama kelamaan pembuluh darah yang rusak tersebut dapat menjadi jaringan ikat. Jaringan ikat yang terbentuk dapat menyebabkan retina terlepas dari bagian belakang bola mata. Keluhan yang dapat muncul adalah rasa adanya kilatan-kilatan cahaya di mata, kemudian seperti ada tirai yang menghalangi penglihatan.

Retinopati diabetikum pada stadium awal (non-proliferatif) bisa timbul tanpa gejala. Hal ini disebabkan karena pusat penglihatan belum terkena komplikasi DM. Penderita sebaiknya tak menunggu hingga muncul gejala untuk menghindari terjadinya tahap Proliferatif (stadium lanjut) yang membutuhkan penanganan pengobatan yang lebih sulit.

Pengobatan untuk Retinopati Diabetikum diberikan melalui terapi laser fotokoagulasi yakni terapi dengan menggunakan sinar laser dengan frekuensi tertentu pada retina mata. Terapi ini berfungsi untuk memagari dan mengontrol  DM yang telah masuk di retina mata agar tidak menyebar. Pengobatan lain yakni dengan virektomi atau tindakan operasi yang dilakukan karena adanya perdarahan di badan kaca pada stadium Proliferatif. Terapi laser dan virektomi terbukti efektif mencegah kebutaan, tetapi tidak dapat menyembuhkan Retinopati Diabetikum.

Mengontrol kadar gula darah, deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah kebutaan.

Berikut kami lampirkan artikel untuk menambah informasi mengenai diabetes dan kelainan pada mata.

Kebutaan pada penderita diabetes

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar