Sukses

Sakit Kepala, Kemerahan Kulit, Benjolan Leher, Sakit Apa?

24 Mar 2015, 16:23 WIB
Pria, 20 tahun.

dok, sy merasa kerongkongn sy sakit saat menelan,sariawan,kepala nyut, dan muncul benjolan keras di blkg telinga. awalx hny 2, tp blkangan mncul 2 lagi. dan tiba2 mncul bintik merah di sekujur tngan dan tubuh kcuali kaki. ini sebabnya knp?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Apakah benjolan di belakang telinga dapat digerakkan? Apakah Anda mengalami demam? Sulit bagi kami untuk menentukan diagnosis tanpa melakukan pemeriksaan langsung. Dimanakah pertama kali kemerahan muncul? Apabila benjolan di belakang telinga merupakan pembesaran kelenjar getah bening, kemungkinan yang Anda alami adalah infeksi virus rubella. 

Rubella atau campak jerman sendiri merupakan suatu infeksi virus yang disebabkan oleh virus rubella dengan masa inkubasi 2-3 minggu. Virus ini dapat menyebar atau ditularkan melalui udara yang tercemar droplet (misalnya: penderita batuk, bersin, dsb) atau melalui nafas. Virus ini juga dapat ditemui di urine, feses dan kulit. Dikarenakan penularannya melalui udara, sangat dimungkinkan penularan terjadi ke siapa saja termasuk Anda. Terlebih lagi jika kekebalan Anda sedang menurun dan Anda juga belum pernah divaksinasi rubella. 

Gejala klinis yang dirasakan adalah :

  • Demam 
  • Sakit kepala
  • Hidung meler
  • Mata merah
  • Pembesaran kelenjar getah bening umumnya di belakang telinga
  • Kemerahan yang muncul pertama kali di muka kemudian menyebar di leher kemudian ke badan dan akhirnaya ke tangan dan kaki. Kemerahan akan menghilang melalui urutan yang sama

Rubella sendiri memang lebih sering terjadi pada anak-anak dan jarang terjadi pada orang dewasa terlebih yang berusia di atas 40 tahun. Biasanya jika menyerang orang dewasa, rubella akan menimbulkan gejala yang lebih berat dan masa penyembuhan yang relatif lebih lama dibandingkan jika menyerang anak-anak. Infeksi rubella umumnya dapat sembuh sendiri pada pasien dengan imunitas baik. Namun infeksi rubella dapat membahayakan apabila mengenai ibu hamil, sebab dapat menyebabkan adanya cacat bawaan pada janin. 

Untuk mendiagnosis rubella, selain melalui klinis (demam, pembesaran kelenjar, dsb), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium (IgM dan IgG rubella). Bagi penderita yang sudah pernah terkena infeksi rubella sebelumnya maka tubuh akan membentuk sistem pertahanan (sistem imun) untuk melindungi diri dari infeksi ulang rubella. Sistem pertahanan tubuh ini ditandai dengan adanya hasil IgG anti-rubella yang positif, yang menunjukkan bahwa tubuh sudah pernah mendapatkan infeksi rubella sebelumnya. Dengan adanya sistem pertahanan tubuh terhadap rubella ini maka kalaupun terjadi infeksi ulang maka biasanya gejala yang ditimbulkan akan lebih ringan.

IgG (+) Rubella menandakan adanya infeksi di masa lalu. IgM (+) menandakan infeksi saat ini. Jadi IgG (+) dan IgM (-) menandakan Anda pernah mengalami infeksi Rubella suatu masa lalu.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar