Sukses

Tips Agar Cepat Punya Anak

23 Mar 2015, 12:47 WIB
Wanita, 21 tahun.

siang dok, dok saya pasangan menikah 5 bulan, kita memang mengenal belum terlalu lama dok, di bulan pertama kedua si saya merasakan kebahagiaan , tapi makin kesini suami saya terlihat dingin sama saya kalau di kasur, kami seperti tidak suami istri, awalnya saya berfikir mungkin karena terlalu lelah bekerja, tapi semakin kesini kami berhubungan suami istri semakin jarang , saya melihat di hp suami saya ada video dok , film biru isinya Gays/homo dok , video itu di sembunyiin dok .tapi saya bisa melihat ngecek dok, dok, mohon penjelasannya apa yang mesti saya lakukan, sedangkan saya dan suami saya juga sangat menginginkan seorang anak, apa dengan berhubungan suami istri yang jarang bisa menghasilkan anak dok? terima kaish

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa di mana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Gairah seksual banyak sekali dipengaruhi oleh masalah psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll. Bagaimana dengan pasangan Anda? Bagaimana dengan pekerjaan pasangan Anda, apakah sangat melelahkan? Adakah tekanan tertentu yang pasangan Anda rasakan? Atau adakah obat-obatan tertentu yang sedang pasangan Anda konsumsi saat ini? Adakah gangguan kesehatan yang pasangan Anda alami? Jika tidak terdapat masalah kesehatan ataupun adanya konsumsi obat-obatan, maka faktor psikis (psikologis) memegang peranan utama.

Meningkatkan gairah, salah satunya dapat diciptakan dengan melakukan pemanasan yang baik. Anda juga dapat mengeksplorasi gaya baru dan juga melakukan hubungan seksual di tempat yang berbeda dari biasanya agar tercipta suasana baru dalam hubungan seksual Anda dengan suami. Namun, tentu saja masalah ini harus dibicarakan dengan suami Anda. Masalah dalam hubungan seksual perlu diselesaikan bersama, karena menyangkut 2 pihak. Diskusi dari hati ke hati akan membantu Anda berdua menemukan solusi yang tepat. Jika mengalami kesulitan mengatasinya berdua, Anda dan suami dapat mengunjungi dokter untuk mendapatkan konseling dan terapi pasangan.

Di samping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan bagi Anda dan suami adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Apabila setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi kehamilan belum juga terjadi, perlu dicari penyebab yang mendasari baik dari pihak Anda maupun suami. Anda dapat  menjalani pemeriksaan hormonal, USG rahim, atau HSG. Untuk suami, dapat dilakukan pemeriksaan analisa sperma baik secara kualitas maupun kuantitas. Apabila ditemukan adanya kelainan agar dapat segera ditatalaksana sesuai penyebabnya. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda dan suami berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (untuk istri) dan dokter spesialis andrologi (untuk suami) untuk tatalaksana yang lebih optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar