Sukses

Kehamilan Resiko Tinggi

23 Apr 2015, 22:30 WIB
Wanita, 24 tahun.

Dok, saya ingin bertanya sebenarnya ada apa dengan paru2 saya, saat ini sy sedang hamil usia 6 minggu, 9 bulan yang lalu sy melahirkan secara cesar dan 1 bulan psca operasi sy mengalami batuk yang timbul tenggelam. Batuk tersebut tidak menghilang sama sekali namun batuk tersebut mengalami penurunan d waktu tertentu dan kembali menjadi berat beberapa hai kemudian. saya telah periksa dibeberapa dokter umum namun batuk itu tdk kunjung sembuh. sempat beberapa kali sy mengalami sesak napas di malam hari karena terasa banyak lendir ada di dada. Demikian dok keluhan yang saya alami semoga dokter dapat membantu memberikan solusinya. Terima kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Selamat atas kehamilan Anda. Kehamilan yang Anda alami dengan bronkopneumonia merupakan kehamilan resiko tinggi. Kehamilan dianggap berisiko tinggi bila ada komplikasi potensial yang dapat mempengaruhi ibu, bayi, atau keduanya. Kehamilan berisiko tinggi memerlukan manajemen yang melibatkan spesialis kandungan untuk membantu memastikan hasil yang terbaik bagi ibu dan bayi. Kehamilan yang dapat dianggap berisiko tinggi meliputi:

  • Usia Ibu. Salah satu faktor risiko yang paling umum untuk kehamilan berisiko tinggi adalah usia ibu. Wanita yang akan berada di bawah usia 17 atau di atas usia 35 saat melahirkan bayinya berada pada risiko yang lebih besar terhadap adanya komplikasi dibandingkan dengan usia remaja akhir dan awal 30-an. Risiko keguguran dan cacat genetik lebih meningkat setelah usia 40.
  • Kondisi medis yang ada sebelum kehamilan. Kondisi seperti tekanan darah tinggi, masalah pernapasan, ginjal, jantung, kencing manis,obesitas, tiroid, polikistik ovarium sindrom (PCOS) penyakit autoimun, penyakit menular seksual (PMS), atau infeksi kronis seperti human immunodeficiency virus (HIV) dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan atau bayi yang belum lahir. Adanya riwayat keguguran, masalah dengan kehamilan sebelumnya atau kehamilan dengan adanya riwayat keluarga kelainan genetik juga merupakan faktor risiko kehamilan berisiko tinggi.
  • Persalinan prematur adalah persalinan yang dimulai sebelum 37 minggu kehamilan. Faktor-faktor yang dapat memicu persalinan prematur adalah wanita dengan faktor risiko tinggi, seperti infeksi , leher rahim pendek, dan adanya riwayat kelahiran prematur sebelumnya.
  • Kelahiran kembar dapat diartikan dengan seorang wanita hamil membawa lebih dari satu bayi (kembar, kembar tiga, kembar empat, dsb). Kehamilan kembar meningkatkan risiko persalinan prematur, diabetes gestasional, dan tekanan darah tinggi pada kehamilan.
  • Plasenta previa adalah suatu kondisi di mana plasenta menutupi leher rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan, terutama jika seorang wanita mengalami kontraksi. Jika plasenta masih menutupi leher rahim pada saat menjelang persalinan, dokter kemungkinan akan merencanakan tindakan operasi caesar untuk mengurangi resiko perdarahan terhadap ibu dan bayi.
  • Masalah janin. Sekitar 2% sampai 3% bayi memiliki masalah dalam pembentukan organ. Pada beberapa bayi disertai dengan riwayat keluarga yang memiliki cacat bawaan, namun pada beberapa lainnya tidak. Adanya kelainan bawaan merupakan hal yang tidak terduga sebelumnya. Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simpleks) pada trimester pertama kehamilan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya cacat bawaan.
  • Penggunaan alkohol. Alkohol yang dikonsumsi selama kehamilan dapat melewati plasenta dan langsung ke peredaran darah janin. Wanita sebaiknya menghindari minuman beralkohol selama kehamilan dan ketika mencoba untuk hamil. Selama kehamilan, wanita yang minum alkohol memiliki faktor resiko lebih besar untuk mengalami keguguran atau bayi lahir mati . Selain itu wanita yang minum alkohol pada saat hamil memiliki resiko lebih tinggi mendapat cacat lahir dan gangguan spektrum alkohol janin (FASD). FASD adalah nama teknis untuk sekelompok gangguan janin yang dikaitkan dengan minum alkohol selama kehamilan. Hal ini menyebabkan bentuk yang abnormal dari wajah, bertubuh pendek dan berat badan rendah, hiperaktif, cacat intelektual, dan masalah pendengaran
  • Merokok. Merokok selama kehamilan menyebabkan janin beresiko untuk lahir prematur, cacat lahir tertentu, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  • Kondisi medis yang terjadi selama kehamilan. Seorang wanita yang dapat dianggap sehat sebelum hamil, masih mungkin untuk didiagnosis dengan masalah kehamilan ketika hamil. Dua masalah yang berhubungan dengan kehamilan adalah :
  1. Preeklampsia adalah sindrom yang mencakup tekanan darah tinggi , terdapatnya protein dalam urin, dan pembengkakan. Hal ini bisa berbahaya atau bahkan fatal bagi ibu atau bayi jika tidak diobati . Dengan pengelolaan yang baik, sebagian besar wanita yang mengalami preeklamsia dapat memiliki bayi yang sehat .
  2. Gestational diabetes adalah tipe diabetes yang berkembang selama kehamilan. Wanita dengan diabetes gestasional akan memiliki kehamilan yang sehat jika menjalani serangkaian terapi untuk kelainan ini. Biasanya diabetes akan menyembuh setelah melahirkan. Namun wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki resiko lebih besar untuk mengalami diabetes tipe 2.

Apabila seorang wanita memiliki kondisi medis apapun, sangat penting bagi wanita tersebut untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menjalankan serangkaian tes, memberikan obat-obatan, dan memberitahu tindakan pencegahan yang perlu diambil untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan calon bayinya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk tatalaksana lebih lanjut. Dokter kebidanan dan kandungan akan melakukan kerjasama dengan dokter yang menangani masalah paru-paru Anda.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar