Sukses

Batuk Lama pada Anak

17 Apr 2015, 09:46 WIB
Wanita, 45 tahun.

Dok anak saya umur 8th..1 bulan sekali pasti kena batuk dan demam kata DSA nya kena batuk kronis..tapi setelah obat habis batuk tetap kambuh..dulu wkt umur 10 bulan pernah TB dn rutin minum obat...apakh TB nya skrg kambuh lagi?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelumnya saya ingin bertanya, obat apa yang sudah anak Anda dapat? Apakah mendapat antibiotik? Apakah pernah dilakukan foto x-ray sebelumya? Apakah di rumah ada yang batuk juga? Apakah ada riwayat alergi? Apakah di keluarga ada yang memiliki flek pada paru/TBC paru? Apakah batuk berhadak? Warna apa dahaknya? Apakah ada keluhan lain seperti berat badan anak sulit naik, sesak napas, penurunan berat badan, demam?

Batuk lama dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah infeksi virus (bronkiolitis), TBC, asma, dan alergi. Masing masing penyebab memiliki karakteristik masing-masing. Mengingat batuk ini terus menerus berulang, ada baiknya dilakukan pemeriksaan penunjang sebagai alat pembantu diagnosis, seperti foto rontgen thorax, uji mantoux, ataupun tes alergi guna mencari pencetus yang jelas dari penyebab batuk pada anak Anda.

Pencetus yang paling sering menyebabkan batuk diantaranya adalah udara dingin, debu, kacang-kacangan, coklat, seafood, telur, ayam, susu, kasur kapuk karena semua hal tersebut dapat mencetuskan alergi. 

Alergi adalah gangguan dari sistem kekebalan tubuh yang dicetuskan oleh alergen atau zat pencetus alergi. Alergi dalam hal ini adalah hipersensitivitas terhadap alergen. Faktor risiko dari alergi diantaranya adalah ras, genetik (keturunan), jenis kelamin, usia, dan lingkungan (infeksi, polusi, makanan, kadar alergen). 

Kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis anak untuk evaluasi lebih lanjut dan mengetahui penyebab dari batuk anak Anda karena diperlukan pemeriksaan fisik secara langsung dan pemeriksaan penunjang (rontgen thoraks dan laboratorium misalnya) untuk memastikan diagnosis.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar