Sukses

Mengeluarkan Darah Setelah Hubungan Intim

23 Mar 2015, 08:05 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok sy mau tanya,knp stlah brhubungan intim pertama kali saya mengeluarkan darah segar ketika buang air kecil? Dan sedikit merasa lecet , duakali sy buang air kecil darah itu juga sllu keluar. Bagaimana mengatasinya dok?makasihl

 

Ibu/Saudari yang terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.



Apakah darah keluar setelah melakukan hubungan intim atau ketika sedang melakukan hubungan intim?

 

Keluarnya darah dari vagina saat berhubungan bisa memiliki berbagai makna, dan sering diartikan sebagai robeknya selaput dara. Apakah ini merupakan pernikahan pertama dan hubungan intim pertama Anda? Jika "ya", maka darah tersebut mungkin dapat berasal dari selaput dara yang robek. Penyebab lain yang masih mungkin terjadi  adalah apabila terbentuk luka pada dinding vagina atau mulut rahim Anda akibat gesekan atau gerakan yang terlalu kuat. 

 

Jika karena robeknya selaput dara, maka keluhan Anda akan segera membaik. Jika karena iritasi pergesekan yang terlalu kuat maka Anda menyiasatinya dengan menggunakan pelumas atau melakukan foreplay yang lebih lama untuk mempersiapkan vagina dengan pengeluaran lendir yang lebih banyak dan sedikit menyesuaikan gesekan atau gerakan penetrasi. Hal ini dapat dibicarakan dengan pasangan agar sama-sama merasa nyaman dalam berhubungan intim.

 

Namun terdapat kemungkinan lain dari perdarahan yang Anda alami bila yang terjadi merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Kondisi ini sebaiknya juga ditanggapi dengan serius. Beberapa penyebabnya adalah :

 

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil

  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak

  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)

  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan

  5. Kanker leher rahim Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun

  6.  Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

 

Jika keluhan ini terus-menerus terjadi dan tidak membaik, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan fisik dan penunjang lebih mendetil untuk mencari penyebabnya dan mendapatkan penanganan baik.

 

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

 

Salam sehat,                                      

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar