Sukses

Ingin Hamil Pasca Pemakaian KB Suntik

22 Mar 2015, 21:38 WIB
Wanita, 26 tahun.

saya selama ini kb suntik yg 1bln selama 3,5th.karena saya lg program hamil,saya lepas kb sudah 4bln kok smpai sekarang sejak lepas kb itu saya tidak menstruasi.kenapa ya?kalao tidak menstruasi apa bs hamil?ato gimana tau kapan masa subur.soalnya saya jg lagi diet mnum obat herbal,krn tidak menstruasi badan saya jd bertambah gemuk.gimana solusinya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Kembalinya kesuburan yang ditandai dengan teraturnya siklus menstruasi setelah berhenti KB suntik atau pil hormonal memang memerlukan waktu yang bervariasi. Kesuburan tidak akan langsung kembali setelah penghentian KB suntik. Pada pemakaian KB suntik 3 bulan (KB suntikan progestin), siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan - 1 tahun setelah pemakaian suntikan KB dihentikan.

Selama dalam waktu pengembalian kesuburan, maka siklus menstruasi dapat mengalami ketidakteraturan yang disebabkan karena proses pengembalian keseimbangan hormonal dalam beberapa waktu. Maka, yang saat ini dapat Anda lakukan adalah menunggu serta mempersiapkan diri untuk kehamilan. 

Yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Sebaiknya konsultasikan dan periksakan ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan dapat dinilai apakah ada kelainan lain yang mendasari hal ini.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar