Sukses

Belum Haid dan Efek KB

14 Apr 2015, 20:55 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok saya mo tAnya uSia sy sKrng dh 25 th. Smnjk sy hMiL sMpe aNk sy umr 4th lbh sy gk pRnh men..krn KB aPa itu wjAr dok. Pa dok soLusi y aGar sy bSa men Lg.. sbLm y maKasih

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Jika hingga saat ini Anda mengkonsumsi pil KB maka tidak haid memang merupakan salah satu efek samping dari pil KB, meskipun biasanya lebih sering pada penggunaan KB suntik. Efek samping lain yang juga dapat ditemukan, antara lain:

  • Spotting atau keluarnya bercak-bercak darah di luar siklus menstruasi
  • Rasa nyeri payudara
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Rasa kembung
  • Peningkatan berat badan (jadi harus meningkatkan aktivitas fisik)

Pemilihan metode KB memang sangat individual, karena efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda pada masing-masing wanita. Apabila metode yang saat ini Anda gunakan dirasa kurang nyaman atau menimbulkan keluhan yang memberat, Anda dapat mengkonsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk mendapatkan metode KB yang paling sesuai untuk Anda. 

Namun apabila Anda tidak mengalami haid sebelum penggunaan KB, maka kemungkinan terdapat Amenorea Sekunder. Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga segera diketahui apa yang menjadi penyebab amenore sekunder Anda. 

Berikut artikel terkait pertanyaan Anda:

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar