Sukses

Cara Menghitung Masa Subur

27 Oct 2015, 21:38 WIB
Wanita, 28 tahun.

terima kasih dokter atas jawabannya... saya mau Tanya lagi dokter saya masih kebingungan menghitung masa subur saya..bulan feb lalu saya haid tgl 15 bulan ini saya haid tgl 17 kalau di hitung masa subur saya kata orang2 seminggu setelah haid itu masa subur kalau saya perhitungkan masa subur saya jatuh tgl 25 maret apa betul begitu dokter....kemarin saya sudah periksa ke dokter kandungan namanya Dr.Akbar.Spog wkt itu saya periksa krn ada keluhan bgian peut bawah sblh kanan saya nyeri dokter tapi nyeri tidak berkepanjangan n nyerinya hilang muncul hilang muncul dlm detiakn wktu yg ckup lama kira krng lbh 20 menit...oleh dokter di periksa dokter blng kandungan gpp n tdk ada masalah cm mngkn ada infeksi di jaringan yg brhbngan dngn usus buntu trz sm dokter dkzh rujukan ke lab tapi saya belum periksa soalnya saya takut dengan dengarnya jika benra postif usus buntu...mka saya ptskan tidak pergi ke lab tapi sekarang rasa sakit itu sudah ilang tp kadang nyeri cuma sebentar...kiira2 apa itu penyebab mau haid atau apa dokter....

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Perhitungan masa subur adalah 14 hari +/- 2 hari sebelum Hari Pertama Haid Berikutnya. Anda dapat menyertakan siklus menstruasi Anda (6 siklus terakhir atau paling tidak 3 siklus terakhir) agar dapat dilakukan perhitungan rata-rata masa subur.

Namun, perhitungan masa subur hanya dapat efektif atau akurat apabila siklus menstruasi seorang wanita tergolong normal (21-35 hari, @3-7 hari, @20-60 ml). Apabila siklus menstruasi tidak berlangsung teratur, maka perhitungan masa subur ini tidak akan akurat.

Siklus menstruasi normal umumnya berkisar antara 21-35 hari. Antara hari ke-12 hingga hari ke-14 terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (ovulasi) akibat peningkatan tajam kadar hormon lutein (luteinizing hormone/LH) dalam darah, disebut LH surge (baca Fisiologi Menstruasi). Dengan demikian, masa ovulasi sebenarnya dapat diprediksi dengan mendeteksi kadar LH, yaitu ada/tidaknya LH surge saat pemeriksaan dilakukan. 

Saat ini, alat untuk mendeteksi ovulasi telah beredar luas dan dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat. Bentuknya  adalah sama dengan alat yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan, yaitu menggunakan strip. Perbedaannya terletak pada waktu pengambilan sampel urin. Tidak seperti pemeriksaan kehamilan, urin yang diambil pagi hari bukanlah urin yang terbaik untuk pemeriksaan LHsurge, mengingat LH baru mulai disintesis pagi hari dan baru akan timbul di urin saat siang atau sore hari.

Selain itu, perbedaan juga terdapat pada cara pembacaan hasil pemeriksaan. Pada pemeriksaan kehamilan, setiap garis yang timbul meski terlihat samar dapat dibaca sebagai hasil positif (hamil). Sedangkan pada pemeriksaan masa ovulasi, hasil positif (ovulasi) baru didapatkan apabila timbul garis yang paling tidak sama atau lebih hitam dibandingkan garis kontrol.

Selain menggunakan alat tersebut, masa ovulasi juga dapat diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu basal seorang perempuan yang sedang mengalami ovulasi pada awalnya akan menurun, kemudian meningkat dan menetap pada suhu 37 derajat Celcius hingga siklus menstruasi berikutnya. Cara lain adalah dengan melihat getah serviks (leher rahim). Saat ovulasi, produksi lendir cenderung meningkat dan lebih kental untuk memudahkan jalannya sperma menuju sel telur.

Jika saat ini anda sedang dalam program hamil, Anda dapat mengunjungi halaman pada website kami, klik  Merencanakan kehamilan

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar