Sukses

Muntah Pada Kehamilan
18 Mar 2015, 10:04 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, bahaya tidak masa kehamilan 18 minggu tapi masih juga mual sampai muntah? kemarin saya selalu minum obat anti mual, dan itu cukup efektif. tapi saya sekarang ingin berhenti dari obat tsb. bagaimana sarannya, dok? terima kasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Mual muntah berlebihan selama kehamilan seperti yang Anda alami disebut dalam dunia medis sebagai hiperemesis gravidarum. Biasanya hal ini dialami terutama pada trimester pertama, namun bisa saja berlanjut sampai trimester kedua, bahkan ada pula ibu yang mengalaminya sampai melahirkan.

Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan diakibatkan karena peningkatan hormon HcG yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke 6-8, puncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22) sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormonal. Mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari, namun dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 – 85% kehamilan selama triwulan pertama.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala mual dan muntah adalah:

  1. Bila muntah adalah masalah di pagi hari, makan makanan kering  seperti sereal, roti, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur, atau coba makan makanan ringan tinggi protein seperti keju sebelum pergi tidur (protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna)
  2. Makan makanan ringan setiap 2-3 jam lebih baik dari 3 kali makan besar. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna
  3. Tetap duduk tegak selama 10-20 menit  setelah makan untuk menghindari refluks lambung dan heartburn
  4. Makan makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi cairan dalam satu waktu. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur
  5. Hindari makanan pedas, gorengan, atau berminyak. Hindari kopi karena dapat merangsang asam lambung
  6. Hindari bau yang menyengat dan menyebabkan mual
  7. Jahe cukup efektif untuk mengurangi mual. Cobalah untuk memakan permen jahe, minum air jahe, atau jahe dalam bentuk kapsul
  8. Hubungi dokter untuk konsumsi vitamin B6 atau obat mual seperti ondansetron atau domperidone
  9. Hubungi dokter bila muntah terjadi terus-menerus sehingga makanan atau minuman tidak dapat masuk. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan harus diterapi sesegera mungkin

Anda harus waspada jika terjadi hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum sendiri adalah mual dan muntah hebat dalam masa kehamilan (>4x/hari) yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin di dalam kandungan. Hiperemesis gravidarum dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin seperti preeklampsia, bayi kecil, gangguan perkembangan janin. 

Mengkonsumdi obat dalam kehamilan memang harus dengan hati-hati. Jika keluhan berlanjut atau bertambah parah, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi kepada dokter kebidanan dan kandungan Anda.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar