Sukses

Konstipasi dan Susah Makan

17 Mar 2015, 16:39 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dokter putra saya USIA 15 bulan masih Asi Dan susah makan, nasi satu hari cuma stengah sedok saja tidak habis. Masalahnya sudah 5 hari INI dia tidak bab, saya kuatir takut Ada masalah d pencernaan. Aktivitas masih seperti biasa, mohon bantuannya dokter, terima kasih.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Sembelit atau dalam bahasa medis disebut dengan konstipasi memang kerap terjadi pada anak. Feses menjadi keras dan berbentuk seperti feses kambing.  Bagaimanakah gejala sembelit?

  1. Frekuensi buang air besar pada anak akan berkurang dari sebelumnya,misal pada bayi baru lahir feses terlihat keras dan hanya keluar 1 kali sehari, atau pada anak yang lebih besar feses akan terlihat keras dan keluar 3-4 hari sekali
  2. Terkadang terdapat darah segar di feses
  3. Feses seperti feses kambing, kecil-kecil dan keras
  4. Setelah buang air besar, si kecil merasa tidak nyaman di daerah perut

Banyak kemungkinan mengapa si kecil mengalami sembelit dan banyak cara untuk mengatasinya. Apa yang dapat dilakukan bila si kecil mengalami sembelit?

  1. Lakukan beberapa latihan. Apabila si kecil belum bisa merangkak, lakukan gerakan melingkar pada kaki seolah-olah sedang mengayuh sepeda. Apabila si kecil sudah bisa merangkak atau berjalan, ajaklah bermain yang banyak menggerakkan kaki, seperti mengejar bola atau mainan yang Anda berikan
  2. Pijat perut bayi Anda. Lakukan dengan meletakkan dan menekan dengan lembut di posisi tiga jari di bawah pusar di sisi kiri bawah dengan ujung jari Anda. Lakukan tekanan lembut tapi konstan sekitar tiga menit
  3. Untuk bayi yang mengkonsumsi susu formula, cobalah tambahkan air pada susu formulanya. Selain itu tanyakan kepada dokter mengenai jenis susu formula lain yang mungkin sesuai dengan keadaannya dan dapat mengurangi sembelit. Untuk bayi ASI, pada beberapa bayi ASI pencernaannya sensitif terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi ibunya sehingga menyebabkan buang air besar tidak teratur.
  4. Apabila sudah mendapatkan MPASI, perbanyak konsumsi air putih, perbanyak makan serat dan kurangi makanan seperti beras, pisang dan wortel yang sudah dimasak yang dapat memicu konstipasi.
  5. Pada anak lebih besar, orangtua dan pengasuh dapat mengajarkan pola buang air besar secara teratur dan mengajarkan latihan toilet pada anak sehingga anak terbiasa melakukannya

Saat ini anak Anda belum BAB selama 5 hari maka sebaiknya, Anda dapat berkonsultasi pada dokter langsung.Berhati-hatilah jika sembelit disertai muntah, rewel, sakit perut, dan perut membuncit. Jika terdapat gejala tersebut, segeralah bawa ke dokter untuk memastikan apakah terjadi gejala penyumbatan usus.

Anak yang nampak susah untuk makan memiliki beberapa kemungkinan alasan. Mengapa mereka sulit makan?

  1. Beberapa anak tidak suka mencoba hal baru karena memang sudah karakteristik anak itu sendiri tidak suka mencoba hal baru. Secara alamiah, anak akan mengikuti perilaku  makan orangtuanya. Jangan salahkan anak Anda ketika mereka menjadi pemilih dalam hal makan. Pikirkan ulang, apakah Anda juga demikian? Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang menunjukkan (dengan ekspresi wajah, bahasa tubuh atau kata-kata) bahwa mereka tidak ingin mencoba makanan baru, memiliki anak yang juga cenderung untuk menolak makanan baru (Carruth & Skinner, 2000)
  2. Beberapa anak sensitif terhadap bentuk, bau, dan tekstur makanan. Penelitian lain menemukan bahwa preferensi makanan orang tua terkait dengan preferensi makanan anak-anak mereka (Borah-Giddens & Falciglia, 1993). Kita sebagai orangtua cenderung untuk menyiapkan makanan yang kita nikmati, sehingga anak-anak kita lebih akrab dengan makanan yang terbiasa dimakan orangtuanya dibanding makanan lain.
  3. Beberapa anak terlihat sulit untuk makan karena sebenarnya mereka ingin makan sendiri
  4. Beberapa anak sangat aktif sehingga sulit untuk diam dan duduk beberapa saat untuk makan
  5. Beberapa anak memiliki gangguan pada pencernaan

Beberapa tips berikut dapat dilakukan untuk menyiasati kesulitan anak Anda makan.

  1. Untuk anak yang tidak suka mencoba hal baru
  • Berikan makanan baru di piring yang sama dengan makanan yang biasa anak Anda makan. Biarka dia menjilat, mencoba rasa dan tekstur, serta mencium bau makanan baru
  • Secara rutin, namun tidak memaksa, tawarkan makanan baru kepada anak Anda. Menurut penelitian, seorang Anak akan mencoba memakan makanan baru setelah 10-15 kali ditawari makanan tersebut
  • Jangan membuat makanan cepat saji sesuai dengan yang anak Anda minta. Namun, pastikan setiap waktu makannya, ada makanan yang sudah dia kenal sebelumnya
  • Libatkan anak Anda dalam menyiapkan makanan. Memegang dan mencium makanan saat menyiapkan makanan akan membuat anak terbiasa dengan makanan tersebut sebelum akhirnya memakan makanan tersebut
  • Untuk para orangtua disarankan untuk mencoba juga makanan sehat baru yang Anda inginkan untuk anak Anda makan. Sehingga menciptakan suasana kebiasaan baru dalam keluarga

2. Untuk anak Anda yang sensitif terhadap bau, tekstur, dan rasa makanan

  • Secara rutin, namun tidak memaksa, tawarkan makanan baru kepada anak Anda. Menurut penelitian, seorang Anak akan mencoba memakan makanan baru setelah 10-15 kali ditawari makanan tersebut
  • Sediakan makanan sehat baru di piring yang sama dengan makanan yang sudah anak Anda kenal sebelumnya
  • Coba caritahu kesensitifan anak Anda, misal apabila anak Anda tidak suka makan lunak, maka berikan nasi bukan bubur.
  • Cobalah berkonsultasi ke dokter mengenai kesensitifan anak Anda

3. Untuk anak Anda yang terlihat sulit makan, namun sebenarnya ingin makan sendiri

  • Berikan makanan yang anak Anda bisa pegang sendiri (finger foods)
  • Berikan anak Anda kendali atas sendok, biarkan anak merasa memiliki wewenang atas apa yang mau ia makan, seberapa banyak dia ingin makan, mengatur letak makanan yang ada di dalam piring.
  • Anda boleh membantu menyuapi anak selagi anak makan sendiri, namun jangan memaksa

4 Untuk anak Anda yang sangat aktif

  • Buat waktu makan yang singkat sekitar 10 menit sehingga ia tidak bosan. Pastikan makanan sudah siap disajikan sebelum anak Anda duduk di meja makan.
  • Letakkan makanan sehat di dalam mangkuk yang letaknya dapat dijangkau oleh anak Anda, sehingga kapanpun ia merasa lapar, dapat segera megambilnya 

Untuk anak Anda yang memiliki masalah pencernaan

  • Diskusikan masalah pemberian makan ini lebih lanjut dengan dokter Anda

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar