Sukses

Sirosis Hepatis

13 Nov 2015, 20:20 WIB
Pria, 67 tahun.

pagi dok.... bp saya usia 67 th bln januari lalu di vonis sirosis hepatis stadium akhr, sampai sekarng msh rawat jalan obat-obatan yang di minum hepamerz, vip albumin, harnal, glimepirid, hp pro. 3 hari terakhir ini kondosinya melemah. hasil darah minggu lalu hb 9.6 sgot & sgpt msh tinggi. terlihat sperti lemas tidak ada energi, gmn ya tuk menjaga stamina/energi. trims atas jawabannya dok

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelumnya kami akan sedikit menjelaskan mengenai sirosis hepatis. Sirosis hepatis merupakan kelanjutan dari kerusakan hati yang antara lain disebabkan oleh infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan juga bisa akibat minum alkohol.  Selain itu, dapat pula akibat infeksi lain, obat, racun, autoimun, dan penyakit saluran empedu. Sebagian pasien (sekitar 10 persen) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total dan penyakitnya menjadi kronik yang kemudian berlanjut menjadi sirosis. Kemungkinan untuk menjadi kronik pada orang yang terinfeksi virus hepatitis C jauh lebih besar.

Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A) dapat pula hepatitis kronik (hepatitis B, C) dan ada pula yang kemudian menjadi kanker hati (hepatitis B dan C).  Hepatitis disebut 'akut' bila berlangsung selama kurang dari 6 bulan, dan kronik jika lebih dari 6 bulan. Dalam penanganan hepatitis B dapat diberikan interferon dan lamivudin, sedangkan pengobatan hepatitis C dengan interferon dan ribavirin. Penggunaan obat-obat ini memerlukan pengawasan dokter. Sedangkan setelah pengobatan selesai pun diperlukan kontrol ke dokter secara teratur serta dilakukan pemeriksaan laboratorium darah hepatitis secara berkala. 

Kerusakan hati akibat sirosis yang telah terjadi tidak dapat dikembalikan ke sediakala, namun pengobatan dapat menghentikan atau memperlambat kerusakan dan menurunkan timbulnya komplikasi.  Secara umum penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah istirahat yang cukup, makan makanan sehat dan menghindari minum alkohol. Olah raga ringan juga dapat membantu menghentikan dan memperlambat terjadinya sirosis. Obat-obatan lain diberikan bergantung pada komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini. 

Terapi sirosis sesuai dengan penyebabnya, jadi apabila penyebab sirosis Anda adalah hepatitis maka terapilah hepatitisnya sampai tuntas. Apabila komplikasi tidak dapat teratasi dan sudah terjadi kegagalan fungsi hati maka terapi pembedahan berupa transplantasi organ hati dapat dilakukan. Sirosis hati merupakan indikasi dilakukan transplantasi hati. Operasi ini sudah banyak dilakukan di China dan Singapura. Di Indonesia, transplantasi hati hanya terbatas di rumah sakit besar saja.

Untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut, kami sarankan ayah Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis penyakit dalam yang khusus untuk bagian gastroenterohepatologi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar