Sukses

Reaksi Transfusi

12 Nov 2015, 19:50 WIB
Pria, 28 tahun.

siang dok,saya mau tanya,setelah saya transfusi darah beberapa minggu yang lalu,setelah tansfusi kondisi tubuh saya tidak stabil dan pada malam sabtu nya kemarin saya jatuh pingsan lalu paginya badan saya gatal gatal hingga sekarang,setelah melakukan periksa di puskesmas dikatan alergi darah,apa yang harus saya lakukan alergi darah setelah melakukan transfusi darah dan apa obatnya dok,terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Memang benar, terdapat kemungkinan kondisi yang Anda alami diakibatkan Komplikasi Transfusi Darah. Untuk penanganannya, dapat diberikan obat-obatan, tentunya dalam pengawasan dokter.

Berikut ini merupakan komplikasi yang dapat terjadi akibat prosedur transfusi darah, yaitu;

  • Reaksi hemolitik

Reaksi yang terjadi biasanya adalah penghancuran sel darah merah donor oleh antibodi resipien dan biasanya terjadi karena ketidakcocokan golongan darah ABO yang dapat disebabkan oleh kesalahan mengidentifikasikan pasien, jenis darah atau unit transfusi. Pada orang sadar, gejala yang  dialami berupa menggigil, demam, nyeri dada dan mual. Pada orang dalam keadaan tidak sadar atau terbius, gejala berupa peningkatan suhu tubuh, jantung berdebar-debar, tekanan darah rendah dan hemoglobinuria. Berat ringannya gejala tersebut tergantung dari seberapa banyak darah yang tidak cocok ditransfusikan.

  • Reaksi non hemolitik

Reaksi ini terjadi karena sensitisasi resipien terhadap sel darah putih, trombosit atau protein plasma dari donor. Gejalanya antara lain demam, urtikaria yang ditandai dengan kemerahan, bintik-bintik merah dan gatal tanpa demam, reaksi anafilaksis, edema paru, hiperkalemia dan asidosis.

  • Infeksi

Resiko penularan penyakit infeksi melalui transfusi darah bergantung pada berbagai hal antara lain; angka kejadian penyakit di masyarakat, keefektifan skrining yang dilakukan, kekebalan tubuh resipien dan jumlah donor tiap unit darah. Beberapa infeksi yang biasa terjadi adalah virus hepatitis, HIV, Citomegalovirus, bakteri stafilokokus, yesteria dan parasit malaria.

Untuk itu memastikan penyebab kondisi yang Anda alami, dan mendapatkan penanganan yang optimal, kami anjurkan anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter yang menangani kasus Anda saat ini.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar