Sukses

Menangani Alergi Susu Sapi

16 Mar 2015, 07:31 WIB
Wanita, 30 tahun.

Baby saya yang berusia 2bulan saat ini didiagnosa alergi susu sapi. Diawal saya memberikan sufor (sebut merek saja) s26, tetapi kemudian dsarankan mnjadi bmt php, dan terakhir adalah nutribaby soya. Namun gejala alergi masih muncul. Sebaiknya susu apa yang saya berikan?

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Bagi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, ibu tetap dapat menyusui bayinya dengan memantang segala makanan yang mengandung susu sapi dan produk turunannya. Oleh karena itu, ibu perlu mendapatkan suplementasi kalsium untuk menjaga kandungan kalsium dalam ASI.

Sementara itu bagi bayi yang mendapatkan susu formula, ia harus mengonsumsi susu dengan formula hipoalergenik. Yang termasuk ke dalam kelompok tersebut adalah susu hidrolisat ekstensif dan susu formula asam amino, sedangkan susu hidrolisat parsial tidak dapat digunakan untuk terapi. Anak dengan gejala alergi ringan hingga sedang dapat meminum susu formula hidrolisat ekstensif. Namun mereka yang memiliki gejala berat harus mengonsumsi susu formula asam amino.

Bayi dianjurkan meminum susu hipoalergenik tersebut selama enam bulan, untuk kemudian dilakukan uji provokasi kembali. Jika sudah toleran terhadap susu sapi, bayi dapat meminum susu formula biasa seperti sedia kala. Namun jika gejala alergi masih timbul, ia harus melanjutkan konsumsi susu hipoalergenik selama enam bulan ke depan untuk dites kembali, dan seterusnya. Bayi usia enam bulan ke atas yang sudah diperkenalkan dengan makanan padat juga harus dijaga makanannya dari segala komponen susu sapi dan turunannya.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh orang tua yang memiliki anak yang alergi susu sapi adalah tingginya biaya untuk membeli susu formula hipoalergenik. Selain itu, rasanya pun tidak senikmat susu formula pada umumnya. Sehingga akan ada kemungkinan anak menolak untuk meminumnya. Untuk itu, perlu disiasati perkenalan susu hipoalergenik sedikit-demi sedikit, hingga anak dapat menerimanya.

Pemberian susu mamalia lain seperti kambing, domba, dan kuda tidak menyelesaikan masalah, karena berisiko terjadi reaksi alergi silang. Susu ini juga tidak dapat diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun, kecuali telah dibuat menjadi susu formula.  Sampai saat ini, susu formula di Indonesia baru dibuat dari bahan dasar susu sapi.

Sebagai alternatifnya, orangtua dapat memberikan susu formula kedelai (soya) bagi bayi yang sudah berusia enam bulan. Selain harganya yang relatif lebih murah dari susu hipoalergenik, rasanya pun lebih nikmat dan dapat diterima anak. Kandungan nutrisinya pun tidak kalah dengan susu formula yang terbuat dari susu sapi. Meskipun demikian, memang ada sebagian kecil anak yang tetap alergi terhadap susu formula kedelai ini.

Tampaknya anak Anda termasuk sebagian kecil anak yang alergi terhadap susu kedelai. Dengan demikian, kami sarankan agar Anda menggunakan susu formula hidrolisat ekstensif atau susu formula asam amino.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar