Sukses

FAM Kambuh Lagi

11 Nov 2015, 17:13 WIB
Wanita, 20 tahun.

Assalamuallaikum wr wb dokter saya ria pujiyanti usia saya 20thn dok saya sudah 2 kali melakukan operasi pengangkatan fibroadenoma mammae atau fam untuk operasi petama di lakukan pd 22 september 2012 dan operasi ke 2 pd 03 februari 2015 pengangkatan pertama 1 jaringan dan pengangkatan ke 2 itu 7 jaringan pd payudarah kiri dan kanan, yg menjadi petanyaan saya baru 1 bulan saya melakukan operasi kenapa benjolan itu ada lagi ya dok? apakah tidak ada obat untuk penyembuhanya dok? dan apa faktor utama penyebab adanya benjolan tersebut? tolong bantuanya ya dok terimakasih wasalam ria

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

FAM (Fibroadenomamammae) merupakan tumor jinak payudara dan merupakan kasus terbanyak pada tumor payudara. Kejadiannya dapat berbentuk tunggal atau banyak pada satu payudara atau kedua payudara. Karakter FAM antara lain teraba, padat, kenyal, dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya (mobile), bentuk bulat, lonjong, berbatas tegas, tidak nyeri, kuit payudara diatasnya tidak berubah, pertumbuhan lambat dan tidak menyebar seperti kanker payudara.

Tumor jinak payudara (fam) adalah benjolan pada payudara yang biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang menyerupai kantong yang sifatnya jinak dan tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh. FAM lebih banyak di derita oleh wanita yang berumur sekitar 16 tahun – 30 tahun dan dapat berulang.

Semua benjolan didalam dunia kedokteran disebut dengan tumor. Jika benjolan ini dapat menyebar ke jaringan lain (metastasis) barulah disebut dengan Kanker. Namun FAM, tergolong dalam tumor jinak payudara.

Saat ini sebaiknya Anda kembali memeriksakan benjolan payudara kepada dokter spesialis bedah, agar dapat dipastikan apakah benjolan tersebut merupakan FAM atau disebabkan penyebab lainnya. Penanganan FAM memang sebaiknya diangkat dengan tindakan bedah, namun pertimbangan ini berbeda pada tiap individu tergantung dari kondisi masing-masing. Untuk itu, sebaiknya Anda kembali berkonsultasi dengan dokter yang telah merawat Anda mengenai pilihan terapi yang tepat yang dapat Anda jalani.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar