Sukses

Mata Buram Setelah Memakai Softlens

16 Mar 2015, 11:32 WIB
Pria, 30 tahun.

Selamat siang dokter... saya ingin menanyakan keluhan mata yang terjadi kepada keponakan saya, yang di akibatkan memakai soflen mata yang berakibat membuat mata sebelah kiri menjadi buram. Apakah itu membahayakan terhadap mata keponakan saya ? Saya mohon jawaban dari dokter... Terima Kasih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya, izinkan kami bertanya :

  • Bagaimana kebersihan keponakan Anda sehari-hari dalam perawatan softlens?
  • Apakah sering memakai softlens dalam waktu lama seharian?
  • Apakah sering memakai softlens sambil mandi atau berenang?
  • Apakah mata juga merah, nyeri, dan berair?

Penggunaan softlens, meskipun akan memberikan hasil yang lebih baik secara kosmetik, namun akan memberikan risiko yang lebih tinggi terhadap timbulnya infeksi atau iritasi pada mata.

Softlens membutuhkan perhatian mulai dari cara penggunaan, lama pemakaian, penyimpanan dalam kotaknya, dan perawatan kebersihan. Penggunaan softlens yang kurang tepat dapat berakibat  infeksi pada  mata. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan batas pemakaian softlense keponakan Anda (apakah 1 bulan atau 3 bulan, dll) dan pastikan agar tidak dipakai melebihi waktu yang ditentukan. Penyimpanan dan perawatan kebersihannya juga harus diperhatikan dengan seksama agar tetap bersih dan tidak menjadi sumber infeksi. Pemakaian softlense juga dapat mengkondisikan mata menjadi kering, sehingga mata menjadi lebih rentan.

Penggunaan softlens dapat menyebabkan infeksi pada mata, misalnya konjungtivitis (infeksi pada selaput tipis yang menyelubungi mata luar), keratitis (infeksi pada kornea mata), dan bahkan dapat menyebabkan infeksi pada seluruh bola mata. Hal ini dapat terjadi bila higiene pada saat penggunaan softlens atau cairan softlens tidak baik.

Oleh karena itu, kami anjurkan agar Anda membawa keponakan Anda berobat kepada dokter spesialis mata agar mendapatkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar