Sukses

Mencegah Janin Cacat

08 Nov 2015, 18:08 WIB
Wanita, 29 tahun.

dokter saya pernah hamil 2kali yg hamil pertama ternyata hidropfetalis kmdian saran dokter di terminasi kmdian saya melakukan terminasi usia kandungan 5bln lebih,kmdin saran dokter diperiksa touch hasilnya toxo igm negatif igg positif 130 dan cmv igm negatif igg positif 372.kmdian merencanakan kehamilan kedua sblumx test diulang ternyata cmv igm negatif igg positif 104,5 dan boleh hamil jarak 2 tahun saya hamil lagi ternyata kehamilan saya jga mengalami kelainan yaitu janin anencephali dan jga diterminasi.ni mau merencanakan hamil ketiga dg harapan semua sehat dan lancar mohon saran dari dokter karna dokter saya tidak memberi terapi untuk mengobati touchnya. mkasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebagian besar bayi yang memiliki cacat bawaan, lahir dari pasangan orang tua tanpa masalah kesehatan atau faktor risiko yang jelas. Seorang ibu hamil bisa melakukan semua hal yang direkomendasikan dokter untuk melahirkan anak yang sehat tapi ternyata anak lahir dengan cacat bawaan. Penyebab sebagian besar (60%) kelainan perkembangan janin sebetulnya tidak diketahui. Sisanya disebabkan pengaruh faktor risiko lingkungan, genetik, atau gabungan keduanya.

Genetik memainkan peranan pada beberapa cacat bawaan. Setiap sel tubuh memiliki kromosom yang mengandung gen yang menentukan karakterisik unik seseorang. Hilang atau rusaknya salah satu gen dapat menyebabkan gangguan perkembangan organ.

Faktor lingkungan yang dimaksud adalah kesehatan ibu hamil serta paparan terhadap zat-zat kimiawi atau penyakit. Ketika seorang ibu memiliki infeksi tertentu, seperti rubella, toksoplasma, sitomegalovirus, dan sifilis, dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin. Infeksi rubella contohnya, dapat menyebabkan abnormalitas pada jantung, mata, dan telinga. Karena itu, sebaiknya sewaktu persiapan kehamilan, dilakukan pemeriksaan skrining kekebalan TORCH (toksoplasma, rubella, sitomegalovirus, dan herpes simpleks).

Selain itu zat kmiawi seperti  alkohol, rokok (termasuk asap rokok orang lain di sekitar yang terhirup), serta obat-obatan tertentu. Untuk itu, seorang ibu hamil perlu berhati-hati dengan obat-obat yang akan diminum. Konsultasikanlah dengan dokter sebelum meminum obat apapun, termasuk obat yang dijual bebas di pasaran.

Disamping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Berikut adalah beberapa artikel Kami yang dapat Anda akses terkait persiapan kehamilan pada pasangan suami-istri:

Merencanakan Kehamilan

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

Persiapkan Kehamilan dengan Konsumsi Asam Folat

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar