Sukses

Muntah Pada Bayi

13 Mar 2015, 14:40 WIB
Wanita, 28 tahun.

salam kenal Dok.. sy eli, punya anak laki-laki, umur 3bulan, tinggi 63 bb nya5,5. yang ingin saya tNYAKAN: 1:anak sy kok masi sering gumoh ya dok? padahal sudah di sendawakan dan di tegakin 30manit, apa ada solusi lain? apa ini berbahaya? kalo gumoh bisa sehari 6kali atau lebih. kadang gumoh nya tidak sehabis menyusui. kadang sampai nyembur dan kluar dr hidung. 2. kalau tidur pd mlm hri harus dibedong klo tidak pasti bobo nya ga nyenyak. karena ngulet terus tidur. samapi umur berapa ngulet nya hilang dok kira2? apakah tdak apa-apa pd usia 3 bln masih dibedong? 3, kalau siang hari mau nya digendong terus sudah di coba berkali2 di kasur pasti nangis. itu kenapa ya dok/ apakah wajar? sebelumnya saya ucapkan terimakasi banyak dok..

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Apabila gumoh sampai menyemprot dan keluar dari hidung kemungkinan ini bukan gumoh tapi muntah. Muuntah adalah dikeluarkannya isi lambung melallui mulut secara ekspulsif. Usaha mengeluarkan isi lambung kana terlihat kontraksi otot dinding perut. Secara gejala terkadang sulit membedakan refluks/gumoh dengan muntah. Penyebab muntah secara umum dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Penyebab saluran cerna : sumbatan saluran cerna dan bukan sumbatan saluran cerna

2. Penyebab luar saluran cerna seperti infeksi susunan saraf pusat, saluran kemih, kelainan metabolik

3. Penyebab non organik : pemberian minum yang tidak benar, obat, psikologis

Susu apa yang anak Anda konsumsi? Apakah ASI atau susu formula? Apakah bayi Anda muntah beberapa saat setelah diberi minum? Warna apa cairannya? Bagaimana dengan buang air besar anak Anda?Bagaimana dengan perutnya? Apakah kembung? Sayang sekali gejala yang Anda sebutkan belum lengkap, kami belum dapat mengarahkan kepada satu diagnosis.

Pada beberapa anak yang memiliki alergi susu sapi juga menunjukkan gejala muntah. Penegakan diagnosis dilakukan atas wawancara mendalam dan pemeriksaan penunjang. Sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis anak untuk penatalaksanaan lebih lanjut. 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar