Sukses

Kuman Gram Negatif Diplokokus Ekstraseluler

07 Nov 2015, 21:24 WIB
Pria, 20 tahun.

dok mau tanya dong,, kalau hasil lab ditemukan kuman gram negatif diplokokus ekstraseluler , sel epitel, dan lekosit 0-1 / LPB. tidak ditemukan jamur maupun trikhomonas.. kesan : suspek infeksi non spesifik ,, obat yang buat kesembuhan apa yah , aku sih udah dapat dr dokter , infeksi sudah tidak sakit , tp masih ada rasa ngilu di ujung alat kelaminku,, note : tidak ada cairan ya dok terima kasih dokter

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih  telah menggunakan fasilitas e-consultation Tanya Dokter KlikDokter.com

Bakteri diplokokus gram negatif merupakan bakteri penyebab infeksi gonorrhea. Gonorrhoeae atau gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteriNeisseria gonorrhoeae yang pada umumnya ditularkan melalui hubungan kelamin, tetapi juga kontak secara langsung dengan eksudat yang infektif. Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Pada pria, awalnya terdapat rasa gatal dan panas di sekitar uretra, saluran yang menghantarkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Selanjutnya, terdapat rasa nyeri saat buang air kecil dan keluar sekret kental berwarna keruh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah. Bila infeksi sudah semakin lanjut, nyeri akan semakin bertambah dan sekret semakin kental dan keruh. Selain itu terdapat nyeri pada waktu ereksi dan terkadang terdapat pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.

Pada wanita, gejala, kalaupun ada, dapat sangat ringan sehingga penderita tidak menyadarinya. Sebanyak 30%-60% wanita penderita gonore tidak memberikan gejala.Gejala yang timbul dapat berupa nyeri saat buang air kecil, buang air kecil menjadi lebih sering, dan kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah. Selain itu, terdapat sekret kental dan keruh yang keluar dari vagina.

Bila menyadari mempunyai gejala-gejala seperti di atas, atau mempunyai pasangan seksual dengan gejala di atas, perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti mengambil sekret dari vagina ataupun penis untuk dianalisa.  Antibiotik adalah pengobatan untuk gonore. Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati sesegera mungkin bila terdiagnosis gonore. Hal ini berlaku untuk pasangan seksual dalam 2 bulan terakhir, atau pasangan seksual terakhir bila selama 2 bulan ini tidak ada aktivitas seksual. Banyak antibiotika yang aman dan efektif untuk mengobati gonorrhea, membasmi N.gonorrhoeae, menghentikan rantai penularan, mengurangi gejala, dan mengurangi kemungkinan terjadinya gejala sisa.

Untuk mencegah penularan gonore, gunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual. Jika menderita gonore, hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai. Walaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang dapat terkena kembali, karena tidak akan terbentuk imunitas untuk gonore. Sarankan juga pasangan seksual kita untuk diperiksa untuk mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah penularan.

 

Di dalam tanya jawab ini kami tidak dapat memberikan resep atau menyebutkan merk obat tertentu dikarenakan untuk penatalaksanaan hingga pemberian obat kepada pasien perlu bertatap muka secara langsung, anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan) untuk menentukan suatu diagnosis dan pengobatan. Untuk itu kami menganjurkan Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit dan kelamin dan mempraktekkan hubungan seksual yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom untuk mencegah penyakit menular seksual.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar