Sukses

Bentol Kelamin

12 Mar 2015, 07:54 WIB
Pria, 22 tahun.

Maaf dok saya ingin bertanya... Sudah selama kurang lebih sebulan ini muncul bentolan merah pada kelamin saya,, mulanya hanya 1 dan terasa gatal di sekitarnya,, lalu menghilang kemudian muncul yang lainnya dan terasa gatal di sekitar kelamin. Pertanyaan saya,, apakah ini yang di namakan sifilis ?? Lalu apakah ada salep yg dapat menyebuhkannya. Terima kasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Sayang sekali keluhan yang Anda berikan belum lengkap. Apakah Anda pernah mengalami luka di kelamin?Apakah luka tersebut tidak nyeri? Apakah sebelumnya Anda memiliki riwayat berhubungan seksual tanpa menggunakan pengaman? 

Apabila jawaban Anda adalah iya, kemungkinan yang Anda alami adalah sifilis. Namun masih dimungkinkan juga penyakit lain. Untuk menambah wawasan Anda mengenai sifilis Anda dapat membaca artikel berikut Syphilis - Sifilis (5 Juli 2010) 

Pada stadium awal, sifilis akan menimbulkan gejala luka yang tidak nyeri di kemaluan, kemudian akan menyembuh sendiri walaupun tanpa diobati.  Namun, kuman belum mati dan masih terdapat di tubuh dalam jumlah banyak.

Sekitar enam sampai sepuluh minggu setelah itu dapat muncul gejala lain yang letaknya bukan pada kelamin saja dan bukan lagi berbentuk seperti luka. Bisa berbentuk seperti bentol. Lokasi kelainan kulit pada stadium ini bisa di telapak tangan, telapak kaki, leher, paha, skrotum, di bawah payudara, antara jari kaki, mulut, dll. Gejala juga dapat dijumpai di mulut, tenggorokan, kerontokan rambut, kebotakan, kelainan kuku, bahkan pada organ lain seperti mata, hati, tulang, saraf, dan kelenjar getah bening.

Pemeriksaan lab yang rutin digunakan untuk sifilis adalah VDRL dan TPHA. Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) adalah pemeriksaan skrining untuk mengetahui infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum, bakteri penyebab penyakit sifilis. Pada orang sehat, hasilnya negatif. Hasil VDRL 1:1 menunjukan positif. Berdasarkan penelitian VDRL positif , dapat disertai dengan hasil positif palsu atau benar-benar positif dengan titer rendah. Hasil positif palsu dapat dibagi menjadi 2 yatu :

  • Akut : dapat disebabkan infeksi virus , bakteri , imunisasi , parasit malaria

  • Kronik : dapat disebabkan oleh SLE , penyakit kardiovaskular , gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita .

Untuk pemeriksaan VDRL, memang ada yang disebut dengan kondisi positif palsu. Mengapa? Karena pemeriksaan ini memang tidak spesifik untuk penyakit Syphillis saja (silahkan baca Pemeriksaan VDRL & TPHA).

Untuk itu memang perlunya konfirmasi dengan Treponema pallidum aglutination assay  (TPHA) . TPHA 1/160 menunjukan mengandung antibodi Treponema Pallidum. VDRL dan TPHA positif menunjukkan kemungkinan besar positif sifilis. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, ataupun melalui transfusi darah. Pada umumnya tes TPHA bila telah reaktif, akan tetap reaktif di dalam waktu yang lama walaupun terjadi penurunan antibodi setelah pengobatan. Sifilis dapat saja belum sembuh benar, kambuh, atau terkena infeksi ulang.

Pengobatan sifilis adalah dengan memberikan antibiotik. Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup yang juga diperlukan adalah menghindari aktivitas seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman(kondom). Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mengetahui diagnosis pasti Anda sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar