Sukses

Risiko Menikah dengan Keturunan Skizofrenia

08 Mar 2015, 10:29 WIB
Pria, 25 tahun.

Assalamualaikum. Dok mau tanya, bagaimana resiko menikah dengan keluarga yang terdapat penderita gangguan kejiwaan scizoprenia? Apakah ada resiko munculnya scizoprenia setelah beberapa thn menikah, meskipun sebelumnya belum ada kejadian yg mengarah ke gangguan kejiawaan? Terimakasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. 

Pertama-tama kami akan menjelaskan terlebih dahulu seputar skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (waham/keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Sebagai suatu sindrom, pendekatan skizofrenia harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan aspek psikososial, psikodinamik, genetik, farmakologi, dan lain-lain.  

Faktor resiko penyakit ini termasuk :
1. Riwayat skizofrenia dalam keluarga
2. Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
3. Stress lingkungan
4. Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini 

Pengobatannya terbagi atas psikofarmaka dan psikososial. Psikofarmaka menggunakan obat-obatan anti psikotik sedangkan psikososial adalah terapi perilaku.

Skizofrenia dapat menyebabkan gangguan fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri.  Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

Penderita skizofenia yang mengancam diri dan lingkungannya sebaiknya dirawat di Rumah sakit jiwa. Untuk skizofrenia ringan dapat berobat jalan dengan mengonsumsi obat-obatan teratur dan melakukan terapi psikososial. Walaupun remisi penuh atau sembuh pada skizofrenia itu ada, kebanyakan orang mempunyai gejala sisa dengan keparahan yang bervariasi. Secara umum 25% individu sembuh sempurna, 40% mengalami kekambuhan dan 35% mengalami perburukan. Sampai saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi siapa yang akan menjadi sembuh siapa yang tidak, namun sebaiknya faktor pencetus dapat terus dikontrol.

Selain karena faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, peranan genetik juga turut berkontribusi. Sebagai contoh risikonya akan meningkat jika Anda memiliki keluarga dekat atau first degree relative (seperti kakak atau adik kandung) yang menderita skizofrenia (6.5%). Sedangkan jika salah satu orangtua (misalnya ayah atau ibu) menderita skizofrenia, risikonya adalah 13%. Jika keduanya menderita skizofrenia maka risikonya hampir 50%. 

Berikut kami sertakan pula beberapa artikel untuk Anda:

Kerusakan Otak Sebabkan Skizofrenia Dini

Orang Perkotaan Berisiko Terkena Penyakit Mental

Jangan Pasung Skizofrenia

Kerusakan Otak Sebabkan Skizofrenia Dini

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar