Sukses

Memutihkan Gigi dan Menghilangkan Bau Mulut
06 Mar 2015, 14:11 WIB
Wanita, 18 tahun.

Dok, bagaimana cara alami memutihkan gigi dan menetralisir/menghilangkan bau mulut tak sedap ?? Terimakasih dok. :)

drg. Arni Maharani

Dijawab Oleh:

drg. Arni Maharani

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi.

Sebelum menjawab langsung pertanyaan Anda saya akan menjelaskan sedikit mengenai perubahan warna pada gigi. Perubahan warna gigi ada yang intrinsik (dari dalam tubuh) dan ekstrinsik (dari faktor di luar tubuh). Makanan dan minuman seperti kopi, teh, wine serta kebiasaan  merokok dapat meyebabkan perubahan warna pada gigi, konsumsi obat antibiotik jenis tetrasiklin pada masa kanak-kanak atau pada ibu hamil juga menyebabkan terdapatnya perubahan warna yang cukup berat pada gigi. Perlu dipastikan terlebih dulu apa yang menyebabkan gigi Anda berubah warna/menguning, baru dapat ditentukan rencana perawatan yang tepat untuk memutihkan gigi Anda.

Memutihkan gigi sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dahulu ke dokter gigi. Memang ada bahan-bahan pemutih gigi yang beredar di pasaran dan dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter, namun konsumen sebaiknya terlebih dahulu mendapatkan informasi secara lengkap mengenai indikasi dan macam bahan pemutih gigi serta efek samping yang mungkin akan dialami pasien.

Metode bleaching diindikasikan untuk memutihkan gigi yang mengalami perubahan warna akibat makanan, kebiasaan merokok dan hal lainnya. Namun tidak semua perubahan warna yang terjadi pada gigi dapat diputihkan dengan dental bleaching, contohnya seperti pada perubahan warna akibat obat antibiotik jenis tetrasiklin. Pada gigi yang sensitif sebaiknya tidak dilakukan prosedur ini tapi akan lebih baik lagi jika keadaan gigi Anda diperiksa secara langsung oleh dokter gigi sehingga dapat diputuskan apakah aman dilakukan bleaching atau tidak. Efek samping yang paling sering terjadi setelah perawatan bleaching adalah sensitivitas gigi dan iritasi pada jaringan lunak seperti gusi. Hidrogen peroksida dapat berpentrasi ke ruang pulpa melalui email dan dentin, dan menyebabkan rasa ngilu. Oleh karena itu dianjurkan untuk dilakukan aplikasi fluor paska perawatan bleaching untuk mengurangi rasa ngilu.

Hasil dari perawatan bleaching bersifat sementara. Gigi mungkin kembali kuning, meski lamanya ketahanan efek dari perawatan ini masih diperdebatkan. Pola makan dan minum serta penjagaan kebersihan mulut sangat mempengaruhi efek jangka panjang dari perawatan bleaching. Setelah beberapa lama, perawatan bleaching dapat kembali dilakukan.

Bau mulut dapat disebabkan oleh karena faktor dalam mulut atau gangguan dalam tubuh/ penyakit tertentu. Untuk mengatasinya harus dicari tahu dahulu penyebabnya. Berikut hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bau mulut.

  1. Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  4. Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut sesuai anjuran dokter gigi Sudara.
  5. Scaling (pembersihan karang gigi).
  6. Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  7. Berhenti merokok.
  8. Pada kasus-kasus xerostomia tertentu, dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  9. Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.

Berikut artikel terkait yang dapat Anda baca.

A-Z bleaching

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar