Sukses

Seputar Haid & Ingin Hamil di Usia 47 Tahun

09 Mar 2015, 14:38 WIB
Wanita, 47 tahun.

dokter, selama ini saya haid teratur tpi 3 bulan ini volume haid saya meningkat dan bergumpal2. Des 2014, Jan 2015 saya blm dapat haid, baru 11 Feb 2015 kmarin saya dapat tapi volimenya banyak sekali dan agak bau, diserati agak nyeri di bawah perut kiri, saapai 2 minggu baru selesai haidnya. Yang saya tanyakan : 1.knpa bisa begitu dok? (Vol byk dan bergumpal, bau,masa 2 mgu)? 2.apa ada harapan saya bisa hamil dok, mengingat usia saya udah 47th dan saya baru menikah 1 th yg lalu. (adakah vitamin2 yg harus saya minum) Demikian, tolong diberi pencerahan ya dok, karena saya sangat ingin punya anak walau dikasi 1, terima kasih.

Terima kasih atas pertanyaan Anda 

Kami mengerti kekhawatiran yang Ibu rasakan saat ini. Keluhan Anda saat ini adalah darah haid menggumpal disertai nyeri perut dan durasi haid memanjang. Kami akan coba menjawab pertanyaan Anda satu persatu. 

Normalnya siklus haid seorang wanita berlangsung setiap 21-35 hari selama 3-8 hari dengan jumlah perdarahan yang keluar berkisar antara 20-60 ml/hari. Darah haid yang bergumpal seringkali terjadi ketika darah haid yang keluar cukup banyak dan dalam jumlah besar. Secara otomatis, tubuh akan menghasilkan anti-pembekuan darah ketika Anda sedang mengalami menstruasi agar darah menstruasi tidak menggumpal. Namun, jika aliran darah cukup banyak maka anti-pembekuan darah dalam tubuh tidak sempat bekerja sehingga darah menstruasi akan keluar dalam bentuk gumpakan-gumpalan kecil dan sedang. Selama, lama haid/perdarahan normal dan tidak disertai keluhan-keluhan lain maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. 

Gangguan menstruasi yang ibu alami juga bisa saja merupakan masa perimenopause (transisi ke masa menopause), yaitu mulai terjadi ketidak seimbangan hormonal, meskipun dapat juga disebabkan oleh penyebab lain yang disebutkan di atas. Menopause adalah tidak terjadinya periode menstruasi selama 12 bulan akibat dari tidak aktifnya folikel sel telur. Usia rata-rata menopause berkisar 43 – 57 tahun. Selain itu, faktor keturunan juga berperan disini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya. 

 

Usia ibu hamil yang lebih dari 35 tahun termasuk dalam kategori ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi. Diperlukan kesiapan baik secara fisik maupun psikis untuk membina sebuah keluarga baru. 

Selain usia ibu saat hamil, terdapat beberapa kondisi lain yang tergolong dalam kehamilan risiko tinggi, yaitu:

  • riwayat kehamilan dan persalinan yang sebelumnya kurang baik (seperti riwayat keguguran, lahir mati, perdarahan setelah melahirkan, dsb)
  • berat badan ibu hamil kurang/termasuk kurus
  • tinggi badan ibu hamil < 145 cm
  • ibu hamil menderita anemia atau kurang darah
  • terdapat riwayat perdarahan pada kehamilan saat ini
  • tekanan darah meningkat disertai sakit kepala hebat dan timbul bengkak pada tungkai
  • kelainan letak janin atau bentuk panggul ibu tidak normal
  • jarak antara dua kehamilan kurang dari 2 tahun
  • sudah memiliki 4 anak atau lebih
  • ibu hamil memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, darah tinggi, asma, dsb.

Kehamilan di atas usia 35 tahun memiliki beberapa risiko yang mungkin terjadi seperti:

  1. Masalah dalam kesuburan
  2. Tekanan darah tinggi & Diabetes. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan masalah bagi ibu dan bayi, seperti penyakit jantung dan stroke, pertumbuhan janin terhambat dan berat lahir rendah, lepasnya plasenta dari dinding rahim selama persalinan yang dapat menyebabkan perdarahan. Namun dengan perawatan sebelum persalinan yang baik dan teratur, permasalahan tersebut dapat dicegah. Sekitar 1 dari 4 wanita dapat masuk kedalam kondisi yang disebut preeklamsia, kondisi dimana tekanan darah ibu menjadi tinggi dan ditemukan protein dalam urin. Jika terlambat atau tidak ditangani maka ibu dapat jatuh kedalam kondisi kejang atau bahkan koma.
  3. Kehamilan kembar atau lebih
  4. Kelainan kromosom pada anak, tersering adalah Down Syndrome yaitu kombinasi kelainan retardasi mental dengan abnormalitas bentuk fisik akibat kelainan kromosom
  5. Keguguran
  6. Plasenta previa, kelainan letak plasenta yang menutupi jalan lahir
  7. Operasi caesar
  8. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi kurang dari 2500 gr atau lahir prematur (kurang dari 37 minggu kehamilan)

Namun Anda tidak perlu khawatir jika nanti mengalami kehamilan diatas 35 tahun. Untuk mengurangi risiko kejadian, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Konsumsi multivitamin yang mengandung 400 mikrogram asam folat setiap hari sebelum hamil dan selama bulan pertama kehamilan untuk membantu mencegah gangguan pada saluran rahim.
  2. Konsumsi makanan bernutrisi secara bervariasi, termasuk makanan yang mengandung asam folat seperti sereal, produk dari padi, sayuran hijau daun, buah jeruk dan kacang-kacangan.
  3. Mulai kehamilan pada berat badan yang normal atau sehat (tidak terlalu kurus atauterlalu gemuk)
  4. Tidak minum alkohol sebelum dan selama kehamilan
  5. Jangan gunakan obat-obatan, kecuali obat anjuran dari dokter yang mengetahui bahwa ibu sedang hamil.
  6. Perawatan antenatal/pra persalinan teratur pada dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

 

Bagaimanapun, permasalahan ini bukannya tidak dapat dihindari. Dengan perawatan yang baik, sekitar 90-95% ibu dengan kehamilan risiko tinggi dapat melahirkan dengan selamat dan memperoleh bayi yang sehat. Di sinilah letak pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan melakukan konsultasi Antenatal Care rutin ke dokter. Apabila ditemukan sedini mungkin, kondisi-kondisi di atas dapat segera diperbaiki agar tidak terjadi perburukan. 

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar