Sukses

Penyebab Sering Buang Air Kecil

06 Mar 2015, 14:39 WIB
Pria, 21 tahun.

Selamat pagi dok. Saya jefri. Mau nanya dok, saya punya kebiasaan kalau tidur itu lamanya 5 jam doang dok. Dan itu kebangun pasti gara2 kebelet buang air kecil. Terus saya jg banyak buang air kecil padahal minumnya tdk trlalu banyak. Apalagi kalau minum minuman yg berasa dpt susu, kopi, teh, itu lbh banyak lg buang air kecil. Sampai2 stlah 10-15 mnit buang air kcil tiba2 kebelet lagi. Kira2 masalah nya apa ya dok ? Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan yang Anda rasakan saat ini adalah sering buang air kecil. Banyaknya kita buang air kecil juga tergantung dari berapa banyak air yang kita konsumsi. Semakin banyak air yang kita konsumsi maka semakin banyak BAK kita dan hal ini merupakan keadaan yang normal. Anda juga sering minum teh dan kopi. Kedua minuman ini bersifat diuretik yang dapat membuat frekuensi BAK seseorang bertambah. 

Ada beberapa kondisi yang sering menyebabkan buang air kecil:

  1. Infeksi Saluran Kencing: infeksi saluran kencing menyebabkan keluhan sering BAK, nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubunan seksual yang tidak sehat. 

  2. Diabetes mellitus (kencing manis): ditandai dengan keluhan banyak minum, banyak makan, banyak kencing terutama pada malam hari, penurunan berat badan, dan keluhan-keluhan tidak khas lainnya.

  3. Diabetes insipidus: kekurangan hormon antidiuretik atau kurangnya respon ginjal terhadap hormon antidiuretik. Kondisi ini menyebabkan jumlah air kencing yang berlebih.

  4. Pembesaran kelenjar prostat: biasa terjadi pada pria yang sudah lanjut usianya >50 thn. Pada wanita tidak dapat terjadi.

Untuk memastikan penyebab keluhan Anda, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, misalnya urinalisis. Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter penyakit dalam untuk diperiksa lebih lanjut. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar