Sukses

Hamil Setelah Tuba Kanan Diangkat
10 Mar 2015, 10:21 WIB
Wanita, 26 tahun.

apakah setelah operasi KET dan tuba kanan diangkat akan seulit untuk hamil?? saya opersi april 2014 dan sampai saat ini belum ada tanda2 kehamila. Dan langkah apa yang harus dilakukan???

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada kondisi tertentu, telur yang telah dibuahi dapat berimplantasi dan tumbuh di tempat yang tidak semestinya. Dalam bahasa medis kondisi ini disebut sebagai kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan). Kehamilan ektopik paling sering terjadi di daerah saluran telur/tuba falopi (98%), dan meski jarang, kehamilan ektopik juga dapat terjadi di ovarium (indung telur), rongga abdomen (perut), atau serviks (leher rahim).

Kehamilan yang terjadi dalam tuba umumnya akan berakhir pada usia kehamilan 6-10 minggu akibat pelepasan implantasi (aborsi) tuba, atau robekan (ruptur) tuba akibat desakan janin yang semakin membesar. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada kehamilannya (kehamilan ektopik terganggu/KET) sehingga kehamilan harus segera dihentikan.

Seseorang yang mengalami kehamilan ektopik bukan berarti tidak dapat mengalami kehamilan normal namun berarti ia memiliki kemungkinan untuk mengalami kehamilan ektopik lagi di masa depan.

Kehamilan ektopik seringkali disebabkan oleh:

  1. Merokok
  2. Kehamilan ektopik sebelumnya
  3. Riwayat infeksi di tuba falopi (salpingitis, PID : Pelvic Inflammatory Disease)
  4. Riwayat operasi pada tuba falopi
  5. Komplikasi dari pecahnya infeksi appendisitis (usus buntu)
  6. Endometriosis

No. 2, 3 dan 4 dapat menyebabkan terciptanya jaringan parut pada saluran tuba falopi (saluran telur) sehingga hasil pembuahan tidak dapat berpindah ke rongga rahim dan terjebak di sepanjang saluran.

Wanita memiliki 2 buah saluran telur (tuba falopii) yang masing-masing terletak di sebelah kanan dan kiri. Apabila satu saluran telur pecah akibat kehamilan ektopik dan diangkat melalui operasi, seorang wanita akan tetap menghasilkan ovum (sel telur) melalui saluran telur sisi sebelahnya namun kemungkinan hamil berkurang sebesar 50%. Hal ini dapat menurunkan angka kemungkinan hamil berikutnya tetapi bukan berarti Anda tidak dapat hamil lagi.

Diskusikanlah dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda, yang tentunya memahami riwayat medis atau penyakit Anda sebelumnya. Utarakan segala hal yang menjadi kekhawatiran dan kebingungan Anda termasuk kapan saat yang tepat untuk memulai kehamilan kembali. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar