Sukses

Kebiasaan Anak Mengerat

01 Jul 2015, 21:04 WIB
Wanita, 35 tahun.

Anak sy umur 5th 7bln bbrp bulan trakhir krg lbh 8bln kalau tdr suka mengerat. harus periksa apa aja ya? Bisakah dihentikan kebiasaan trsbt?? Mohon info email sy trmksh ...

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Kebiasaan mengerat gigi terutama pada saat tidur malam dalam bahasa kedokteran disebut "bruxism", umumnya penderita melakukan kebiasaan tersebut tanpa disadari. Penderita kebanyakan adalah orang dewasa, namun ada juga anak-anak yang memiliki kebiasaan ini yaitu dalam satu jurnal disebutkan prevalensi bruxism pada anak-anak  mencapai 7-15% dan lebih sering mengenai anak perempuan.

Penyebab yang pasti dari kebiasaan ini belum dapat ditentukan, namun dari berbagai penelitian dan nara sumber dikatakan bahwa terjadinya bruxism dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan merupakan hubungan antara faktor lokal, sistemik, dan psikologis. Faktor lokal antara lain :posisi dan hubungan gigi rahang atas dan bawah yang tidak normal atau tidak rata (maloklusi), atau karena ada sakit yang dirasakan anak di sekitar gigi atau wajah, sehingga mengerat gigi dilakukan secara tidak sadar sebagai upaya untuk mengurangi rasa sakit. Ada juga penelitian yang mengkaitkan bruxism dengan kelainan sendi rahang (temporomandibular dysfunction). Sementara itu faktor sistemik yang pernah dilaporkan sebagai penyebab bruxism pada anak adalah alergi dan defisiensi nutrisi.

Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah faktor psikologis, karena dari banyak jurnal penelitian ditemukan bahwa bruxism erat hubungannya dengan anak yang hiperaktif atau agresif, atau anak mengalami stress emosional dan kecemasan yang cukup berat.

Karena banyaknya kemungkinan penyebab dari bruxism, perawatan yang akan diberikan harus berdasarkan pemeriksaan yang lengkap meliputi pemeriksaan gigi dan mulut (faktor lokal) dan kondisi sistemik pasien secara keseluruhan, dan turut mempertimbangkan kondisi psikologisnya. Untuk pemeriksaan gigi dan mulut anak Anda,  ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis gigi anak (Sp.KGA) dan dilakukan pemeriksaan lengkap. Perawatan yang akan diberikan sangat bergantung pada hasil temuan setelah pemeriksaan, gigi yang bermasalah harus diperbaiki. Ada kemungkinan anak Anda akan dibuatkan alat semacam mouthguard, dapat Anda bayangkan bentuknya seperti pelindung mulut yang dipakai para atlet olahraga, yang dipakai saat tidur. Namun penggunaan alat tersebut harus dengan supervisi dan kontrol yang ketat untuk memastikan apakah alat tersebut bekerja secara efektif dan bukan malah menimbulkan masalah baru. Bila ternyata setelah diperiksa didapati bahwa anak Anda memiliki kelainan sistemik maka anak Anda harus dirujuk ke dokter spesialis anak yang akan menentukan rencana perawatan terbaik bagi anak Anda. Namun bila ternyata didapati bahwa anak Anda mengalami masalah psikologis, maka anak Anda membutuhkan bantuan psikolog untuk menuntaskan masalah tersebut hingga tidak menjadi masalah yang lebih berat di kemudian hari.

Perlu Anda ketahui, gerakan bruxism yang dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dapat mengikis lapisan-lapisan gigi sehingga gigi menjadi aus. Bila jaringan gigi yang terkikis cukup banyak, terkadang malah mengekspos jaringan pulpa maka dampaknya kurang lebih sama seperti seseorang sedang sakit gigi, dan permukaan kunyah gigi menjadi rata. Oleh karena itu segera kunjungi dokter gigi anak untuk mendapatkan pemeriksaan yang lengkap dan menyeluruh, dan mencegah kondisi yang lebih berat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar