Sukses

Serba Serbi Difteri

03 Mar 2015, 16:14 WIB
Wanita, 45 tahun.

tentang penyakit dipteri

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Difteri atau sakit akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae merupakan salah satu penyakit yang mengancam nyawa, khususnya anak-anak usia 1 – 10 tahun karena dapat mengakibatkan kematian hanya dalam kurun waktu 3-4hari saja. Bakteri ini bekerja dengan cara mengeluarkan racun/ toxin yang akan menyebar melalui saluran darah dan membunuh jaringan dan sel-sel tubuh.

Penyakit infeksi yang berasal dari manusia dan lingkungan kotor yang ditularkan melalui udara maupun sentuhan ini, memudahkan untuk berkembang biak dan mewabah di masyarakat. Penyakit ini mempunyai gejala awal yang terkadang dianggap remeh, sehingga seringkali penanganan penderita di tangan medis sudah termasuk terlambat. Gejala yang ditimbulkan yakni seperti demam yang tidak terlalu tinggi, sakit tenggorokan, mengeluarkan lendir dari hidung atau mulut, dan lemah. Gejala-Gejala awal ini sepintas serupa dengan flu biasa pada anak-anak. Sehingga pada saat telah munculnya membran atau selaput tipis pada infeksi, yang menjadi karakteristik difteri ini, seringkali tidak disadari.

Berdasarkan tingkat keganasannya, akibat dari bakteri difteri sendiri terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :

  1. Infeksi ringan : Selaput pseudomembran hanya ada pada mukosa hidung dan gejalanya nyeri menelan
  2. Infeksi sedang : Selaout pseudomembran telang sampai tenggorokan, dinding belakang rongga mulut, menimbulkan pembengkakan laring
  3. Infeksi berat : Terjadi sumbatan napas serta komplikasi, radang otot jantung, radang ginjal, kelemahan anggota gerak

Bahkan untuk kasus yang rendah sekalipun, tetap mampu mengarah pada kematian tiba-tiba. Hal ini disebabkan oleh karakteristik diagnosa dari penyakit Difteri yang umumnya akan menyerang saluran pernapasan terlebih dahulu dengan terjadinya pembengkakan (bull neck) dan membentuk ulkus (luka membulat/oval kemerahan) dilapisi oleh selaput tipis berwarna keabu-abuan (beberapa kasus juga berwarna kuning, putih atau menghitam). Karakteristik selaput fisik inilah yang apabila terbuka secara paksa akan mengakibatkan pendarahan ataupun nanah dan terkadang selaput ini juga terbuka secara tidak sengaja dan menutup pernapasan anak sehingga mengakibatkan kematian mendadak.

Apabila ini anak Anda mengalami gejala di atas, segeralah bawa anak Anda ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap untuk menentukan diagnosis. Anak biasanya perlu dirawat di rumah sakit dan diisolasi di ruangan khusus karena penyakit ini mudah menular.

Sesungguhnya penyakit ini merupakan penyakit lama yang seharusnya sudah terberantas apabila imunisasi vaksin DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) telah diberikan kepada anak sejak dini. Namun kenyataanya imunisasi masih memiliki kendala tersendiri dalam mencakup seluruh anak di Indonesia., baik ketidak tahuan masyarakat akan manfaat vaksin maupun karena luasnya daerah yang tidak terjangkau. 

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar