Sukses

Membersihkan Telinga: Perlukah?

02 Mar 2015, 13:18 WIB
Pria, 19 tahun.

Assalamualaikum terima kasih sebelumnya seperti kita ketahui membersihkan telinga dengan pembersih telinga yang biasa di gunakan sangatlah tidak baik, apalagi mengorek-ngorek, menusuk-nusuk telinga. Nah yang mau saya tanyakan apakah trlinga aman/sehat jika tidak di bersihkan? Karena saya penghoby membrsihkan telinga dalam waktu 1×1 hari dan sepengetahuan saya jika telinga tidak di bersihkan kotoran yang ada pada telinga membanyak dan akan krluar dengan sendirinya pada saat ada pergerakan rongga mulut seperti mengunnyah dan berbicara nah yang ingin saya tanyakan lagi jika kotoran pada telinga membanyak dan tidak keluar juga bagai mana dok? Kan kembali lagi mengorek-ngorek telinga kalau terjadi dengan hal ini (mohon dok jika di posting di facebook tandai akun saya Sunandar Nurdin Terima kasih.

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com,

Anda benar sekali, membersihkan telinga dengan mengorek adalah hal yang tidak diperlukan. Sebab, tubuh memiliki mekanisme pembuangan serumen ini sendiri, seperti yang Anda sebutkan.  Pada umumnya, bagi kotoran telinga yang banyak sekalipun, tubuh masih bisa melakukan mekanisme pembersihan itu sendiri, jadi, mengorek telinga tidak dibutuhkan. Perlu diketahui, beberapa orang memiliki kekhususan tersendiri, yaitu memiliki kotoran telinga yang mudah mengeras. Pada orang-orang seperti ini, mereka harus rutin membersihkan telinga (di dokter THT), karena bila tertumpuk serumen tersebut akan memberikan gejala telinga pengang, pendengaran berkurang, terasa pengap, dll.

Berikut kami jelaskan lebih lanjut tentang serumen.

Kotoran telinga atau serumen diproduksi oleh kelenjar minyak yang berada di dalam liang telinga. Serumen ini berfungsi untuk menangkap debu atau partikel kecil yang berpotensi merusak atau menyebabkan infeksi agar tidak masuk ke dalam telinga. Jadi sebetulnya serumen dihasilkan untuk melindungi telinga.

Hal yang perlu diketahui adalah, untuk kebanyakan orang, telinga mungkin tidak perlu dibersihkan karena telinga dapat membersihkan kotoran dengan sendirinya. Secara alami serumen yang terdapat di dalam liang telinga akan berjalan menuju ke bagian luar dari telinga, proses ini dibantu oleh proses regenerasi sel yang perlahan mengarah kebagian luar ditambah dengan gerakan rahang saat kita mengunyah dan berbicara. Saat serumen telah mencapai area yang dapat dilihat, bersihkanlah dengan menggunakan handuk lembut.

Adapun berikut adalah hal yang perlu diketahui mengenai menjaga kebersihan telinga:

1. Gunakan Kain atau Tissue. Jangan Menggunakan Cotton Bud.

Bersihkan bagian luar telinga (hanya bagian luar, tidak mengorek bagian dalam) dengan tissue atau kain bersih yang berbahan halus. Sumbatan atau gumpalan serumen biasanya terjadi akibat penggunaan cotton bud atau pinset telinga untuk membersihkan telinga. Penggunaan cotton bud justru akan mendorong serumen masuk ke dalam dan dapat menyebabkan cedera pada gendang telinga. Penggunaan cotton bud, hanya untuk pada bagian daun telinga (luar) saja dengan cara mengusap perlahan.

2. Cairan Pelunak Serumen

Untuk serumen yang keras dan padat, masukan cairan untuk melarutkan serumen ke dalam liang telinga. Anda dapat menggunakan baby oil, mineral oil, glycerin, tetes telinga berbahan peroxida, hydrogen peroxide dan larutan garam. Meskipun beberapa produk dijual bebas dan mudah ditemui di pasaran, untuk penggunaan cairan pelunak serumen sangat disarankan pengunaannya atas penilaian dokter sebelumnya.

3. Irigasi

Irigasi dapat dilakukan dengan menggunakan menggunakan spuit/suntikan yang telah diisi air atau larutan salin/garam. Gunakan air hangat atau sesuai dengan suhu tubuh untuk mencegah pusing. Irigasi dilakukan setelah serumen dilunakkan dengan cairan pelunak serumen. Irigasi tidak boleh dilakukan pada orang yang dicurigai memiliki perforasi (lubang) di gendang telinga.

4. Menggunakan Alat

Serumen dapat diangkat dengan alat khusus yang biasanya dimiliki oleh dokter, seperti sendok serumen, forsep, atau alat penghisap. Untuk penanganan ini dapat dilakukan dengan kunjungan ke dokter spesialis THT setelah adanya pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter yang berkompetensi. Penggunaan alat penghisap ini tanpa diawasi oleh dokter yang berkompetensi  dikhawatirkan dapat menimbulkan barotrauma (trauma akibat perbedaan tekanan), misalnya akibat penggunaan yang tidak tepat. Oleh sebab itu kami tidak menyarankan penggunaan alat penghisap seperti ini tanpa pengawasan ahlinya (dokter spesialis THT).

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar