Sukses

Batuk lama

11 Mar 2015, 10:16 WIB
Wanita, 27 tahun.

mohon pencerahannya dokter. karna saya sudah merasa hampir putus asa. anak saya mengalami pilek yang gak kunjung sembuh, sekarang usianya 13 bulan. entah sekarang sudah berapa lama dan berapa kali dy terserang pilek, mungkin yg terakhir ini sudah 1blnan. saya sampai lupa. saya sudah bawa ke dokter, mulai dari dokter umum sampai ke spesialis anak. juga sudah mengkonsumsi obat dari yg generik smpai obat yg berkelas.tapi tetep aja belum sembuh. saya kuatir dan kasihan dengan keadaan anak saya, saya gak tega klo terus memberi dy obat. mungkiin dy juga udah bosen minum obat terus. untuk vitamin sudah saya beri. tolong pencerahannya apa yg harus saya lakukan. terima kasih

 

Terimakasih telah menggunakan  layanan e- konsultasi Klik Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum manjawab pertanyaan, ijinkan kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda 

Apakah batuk terus menerus? Atau hanya di malam atau pagi hari? Apakah ada sesak, demam, penurunan berat badan, keringat malam, batuk darah, nyeri dada? Apakah ada riwayat asma/alergi/ maag?

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan sebagainya. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernafasan, telinga). Batuk yang anda alami termasuk di dalam batuk kronis. Penyebab batuk kronis bermacam-macam, diantaranya adalah:

  1.  Alergi (dapat disertai keluhan bersin dipagi hari, gatal-gatal pada tubuh, sesak)
  2.  Asma
  3.  Infeksi : Tuberkulosis (TBC) ataupun infkesi micoplasma, infkesi sinus
  4.  Bronkitis (radang pada bronkus-saluran udara ke paru-paru)
  5.  GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) : Penyakit reflux biasanya disertai keluhan ada rasa panas atau terbakar di daerah ulu hati, mual, muntah ataupun kembung. 
  6. Penggunaan obat tertentu (ACE inhibitor) 
  7. Post Nasal Drip (ada cairan di belakang hidung)

Selain pemeriksaan fisik, diperlukan juga pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada dan pemeriksaan sputum (dahak). Jika memang sudah dilakukan pemeriksaan rontgen dan dahak dan dinyatakan bukan bronkitis maupun TBC, coba perhatikan apa pemicu batuk Anda, apakah debu, udara dingin, atau yang lainnya? Jika Anda mengetahui pemicunya dan memiliki riwayat alergi sebaiknya hindari pemicu. Untuk batuk karena alergi pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari pemicu. Anda dapat meminta opini ke dokter spesialis paru atau penyakit dalam lainnya untuk mengetahui kondisi yang Anda alami, dikarenakan dibutuhkan wawancara menyeluruh dan pemeriksaan fisik yang lengkap untuk mendiagnosis penyakit Anda. 

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

0 Komentar

Belum ada komentar