Sukses

Kulit Penis Mengelupas

03 Mar 2015, 21:57 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok kenapa kulit di batang atas penis saya mengelupas seperti berganti kulit,apakah itu berbahaya?

 

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klidkokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Banyak penyebab dari keluhan yang Anda sampaikan. Bisa saja tidak disebabkan oleh organisme apapun, atau ada infeksi atau iritasi. Salah satu penyebab keluhan Anda adalah adanya infeksi jamur. Penyakit jamur yang mengenai daerah penis seperti yang Anda keluhkan dapat disebabkan oleh jamur dermatofita atau candida, dalam dunia kedokteran disebut sebagai tinea kruris.

Tinea kruris disebabkan oleh jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran penebalan kulit. Garukan yang terlalu kuat juga dapat menyebabkan kulit tersebut terkelupas dan terasa perih.

Jamur lain yang sering mengenai daerah lipatan kulit, terutama ketiak, bagian bawah payudara, bagian pusat, lipat bokong, selangkangan, dan sela antar jari; adalah candida. Dapat juga mengenai daerah belakang telinga, lipatan kulit perut, dan glans penis (balanopostitis), sela jari tangan biasanya antara jari ketiga dan keempat, pada sela jari kaki antara jari keempat dan kelima. Keluhan berupa gatal yang hebat, kadang-kadang disertai rasa panas seperti terbakar dan basah.

Selangkangan merupakan bagian tubuh yang mudah lembab karena merupakan area bagian yang terlipat. Terdapat faktor yang mempengaruhi kelembaban di daerah selangkangan seperti aktifitas fisik, kondisi tubuh yang sering berkeringat, berat badan, suhu lingkungan, dan jenis pakaian/celana dalam yang tidak menyerap keringat.

Seseorang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kondisi kulit yang mudah lembab dan berkeringat. Kulit yang lembab merupakan suasana yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur. Gejala dari infeksi jamur adalah gatal, berbau, lembab, kulit mudah iritasi/kemerahan.

Bagaimana cara mencegah infeksi jamur?

  • Bersihkan daerah selangkangan setiap hari dan kemudian dikeringkan dengan kain. Pakai celana dalam setelah area selangkangan kering. 
  • Ganti celana dalam setiap hari. 
  • Jangan menggunakan handuk bersama-sama dengan orang lain. Gunakan handuk bersih, cuci handuk sesering mungkin.
  • Jangan menggunakan celana atau celana dalam yang terlalu ketat
  • Menurunkan berat badan. Seseorang dengan berat badan lebih memiliki risiko terkena infeksi jamur lebih tinggi.
  • Segera mandi setelah melakukan aktifitas fisik dan membuat Anda banyak berkeringat

Keluhan pada kulit harus terlebih dulu dikonfirmasi penyebabnya apakah memang karena jamur, alergi atau peradangan. Perlu ditentukan lokasi, luas, dan lama keluhan terjadi, baru ditentukan pengobatannya. Hal ini diperlukan karena pemberian obat jamur tidak dapat diberikan sembarangan karena pengobatannya biasanya membutuhkan jangka waktu lama (2-4 minggu). Untuk itu, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin jika keluhan terasa mengganggu. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat setelah pemeriksaan langsung. Sebaiknya Anda juga menghindari kebiasaan menggaruk karena akan menyebabkan kulit semakin gatal dan meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.

Berikut kami lampirkan artikel sebagai tambahan informasi:

Gatal di Selangkangan? Awas Celana Dalam Kotor!

Tinea Kruris

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

2 Komentar