Sukses

Pernah Herpes, Ingin Hamil

03 Mar 2015, 16:54 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok, Saya baru menikah setengah tahun dan belum dikaruniai anak. Namun sebelumnya saya sudah pernah menikah, dan berpisah karna mantan suami saya berselingkuh. Dia menularkan penyakit herpes pada saya. Yang saya ingin tanyakan, seberapa besar pengaruh penyakit itu terhadap kemungkinan saya untuk mendapatkan anak? Dan misalpun ternyata saya hamil, seberapa bahayanya penyakit itu terhadap anak saya nanti. Mohon penjelasannya Dok. Terima kasih.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter. 

Herpes Simpleks Virus (HSV)  ada dua macam, meski keduanya dapat saling berhubungan, yaitu tipe 1 yang dikaitkan dengan infeksi di daerah bibir dan rongga mulut dan tipe 2 yang bermanifestasi di genital (alat kelamin). Begitu seseorang terinfeksi HSV baik tipe 1 maupun tipe 2, virus ini akan terus berada di syaraf dalam keadaan laten dan sewaktu-waktu penyakit ini dapat kambuh lagi.

Faktor yang mempengaruhi kekambuhan biasanya adalah kelelahan fisik dan stress mental, atau infeksi lainnya. Hubungan seksual berganti-ganti pasangan meningkatkan kemungkinan terkena. Wanita hamil yang menderita herpes dapat menginfeksi bayinya. Bayi yang lahir dengan herpes dapat meninggal atau mengalami gangguan pada otak, kulit atau mata. Bila pada kehamilan timbul herpes genital, hal ini perlu mendapat perhatian serius karena virus dapat melalui plasenta sampai ke sirkulasi fetal serta dapat menimbulkan kerusakan atau kematian pada janin.

Terapi herpes simpleks secara umum adalah menjaga kebersihan daerah kemaluan dan menghindari trauma atau faktor pencetus. Belum ada pengobatan yang memuaskan untuk penyakit ini. Obat anti virus biasanya efektif dalam mengurangi frekuensi dan durasi (lamanya) timbul gejala dan mencegah terjadinya komplikasi.

Apabila Anda merencanakan kehamilan, sebaiknya Anda memastikan apakah virus dalam keadaan aktif atau tidak melalui pemeriksaan IgG dan IgM Anti HSV1/2. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis kandungan.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar