Sukses

Menangani Anak Hiperaktif

27 Feb 2015, 14:49 WIB
Wanita, 25 tahun.

Anak sya usia 4 th.sdikit hiperaktif.lmayan cerdas krn cpt tanggap dan hafal apa yg d ajarkan.tp sulit skali d ajak memulai belajar.seringkali sya marahi krn itu.sbnrnya usia brp anak bs mlai d ajari calistung?dan bgmn cra agar anak bs fokus dan mw d ajari?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda saat ini. Tentunya tidak mudah untuk menghadapi anak yang sangat aktif. Sayang sekali Anda tidak menyebutkan berapa usia anak Anda saat ini. 

Memiliki rasa ingin tahu yang besar sebenarnya adalah hal yang wajar dimiliki oleh setiap anak. Akan tetapi setiap orangtua harus lebih kritis dalam mencermati perilaku anak. Perilaku anak yang sangat akif dapat merupakan suatu hal yang normal ditemukan maupun bagian dari sebuah kondisi medis yang disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan, ditandai dengan berbagai keluhan seperti perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

Tiga gejala utama yang nampak pada perilaku seorang anak ADHD adalah :

  • Inatensi atau kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian secara utuh terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal lain

  • Hiperaktif  yaitu perilaku yang tidak bisa diam. Duduk tenang merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Anak akan bangkit dan terus berlari, berjalan, bahkan memanjat-manjat. Selain itu, ia cenderung banyak berbicara dan menimbulkan suara berisik.

  • Impulsif yaitu kesulitan untuk menunda respon (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar)

Seorang anak dapat dikatakan memiliki gangguan hiperaktif apabila memiliki setiap keluhan di atas yang menetap minimal selama 6 bulan, baik di rumah maupun lingkungan sekolah, dan terjadi sebelum anak mencapai usia 7 tahun.

Saat ini yang diperlukan adalah kesabaran Anda untuk membimbing dan mengajari anak Anda bagaimana berperilaku yang baik dan benar dengan memberikan contoh yang baik untuk anak Anda. Memang, tidak semua perilaku anak yang sangat aktif dapat digolongkan sebagai ADHD akan tetapi orangtua harus tetap waspada dan lebih cermat dalam menilai perilaku anak. Apabila Anda merasa bahwa anak Anda telah memenuhi kriteria di atas, maka sebaiknya Anda segera mengonsultasikannya ke psikiater anak untuk memastikannya, agar terapi dapat segera dilakukan secara optimal. Hal ini penting karena gangguan hiperaktivitas dapat berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik anak, serta kemampuannya dalam menyerap pelajaran dan bersosialisasi.

Apakah kedua orangtua bekerja? Jika anak Anda termasuk yang sulit untuk berkonsentrasi, sebaiknya memang banyak didampingi setelah Anda pulang kerja untuk belajar berkonsentrasi. Anak perlu ditemani untuk berkonsentrasi dalam belajar agar dapat mempertahankan konsentrasi pada suatu kegiatan. Anak perlu diberikan stimulus (rangsangan) yang kontinu (tidak terputus-putus) agar anak dapat mempertahankan konsentrasi pada suatu materi. Jika anak Anda saat ini sudah berusia 4-5 tahun misalnya, Anda boleh mulai mengajarinya membaca

Anda bisa menerapkan sistem "punishment and reward" dan jadwal yang rapi dan rutin untuk setiap harinya untuk mendidiknya disiplin. Bila anak Anda bisa melakukan sesuatu (misal: menyelesaikan PR, barulah dia boleh bermain bola, jika dia tidak dapat menyelesaikan tugasnya untuk hari itu maka dia tidak dapat bermain bola). Tentukan juga target jangka panjang bagi anak Anda, misal: pencapaian di sekolah. Jika dia bisa mencapai nilai yang cukup baik maka dia bisa pergi berlibur atau ikut tim bola (atau apa saja yang disukai anak Anda), jangan berikan "reward" tersebut pada anak Anda jika ia tidak berhasil mencapai target tersebut. Namun, pastikan bahwa target tersebut merupakan kesepakantan bersama, sehingga anak akan berusaha untuk mencapainya.

Hindarkan alat-alat permainan yang disukainya dan kontrol jadwal bermainnya. Anda bisa mencoba untuk memutar waktu belajar terlebih dahulu baru bermain. Anak-anak dengan kesulitan berkonsentrasi biasanya membutuhkan bimbingan untuk mengatur jadwal dan juga beraktivitas yang bisa membuatnya mempertahankan konsentrasi pada suatu pekerjaan. Anda dapat mencoba juga membawa anak belajar musik, menari, menyanyi untuk merangsang fokus konsentrasinya. 

Selamat mencoba!

Penanganan Anak Hiperaktif

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar