Sukses

Stimulasi Anus Mengeluarkan Feses

27 Feb 2015, 10:56 WIB
Pria, 17 tahun.

Dok, sy sering memasukkan jari saya ke anus untuk merangsang perut agar mengeluarkan kotoran. Ini sudah saya lakukan selama 3 tahun. Dan ini sangat bekerja. Baikkah ini ? mksh

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Klikdokter.

Apakah Anda merasa kesulitan buang air besar (BAB)? Apakah cara memasukkan jari ke anus merukan stimulus agar Anda BAB karena Anda kesulitan BAB secara biasa? Bagaimana bentuk BAB Anda? Apakah kecil-kecil bulat seperti kotoran kambing? Apakah feses Anda keras? Apakah Anda pernah merasa nyeri pada anus setelah BAB? Apakah Anda pernah mengalami BAB keras yang disertai darah merah segar? Apabila iya kemungkinan Anda mengalami konstipasi.

Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari. Susah buang air besar disebut juga konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama

  • Kurang olah raga

  • Kurang asupakan makanan berserat

  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

  • Kebiasaan menunda buang air besar.

  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium

  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.

  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.

  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.

  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.

  • Adanya luka pada kulit anus

  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.

  • Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.

  • Olahraga secara teratur

  • Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Konstipasi dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya fissura ani (luka pada anus), wasir/hemoroid, dan prolaspsus rekti. Bila Anda sudah mengikuti tips di atas dan keluhan sulit BAB dirasa sangat menggangu kami sarankan Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang sehingga dapat diketahui penyebab keluhan yang Anda sampaikan dan diberikan penanganan yang optimal.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

 

1 Komentar

  • rainreina

    Pertanyaannya belum terjawab dok.... apakah stimulus tersebut baik atau dapat membahayakan kesehatan pencernaan?