Sukses

Keputihan Saat Kehamilan

27 Feb 2015, 02:21 WIB
Wanita, 25 tahun.

saya sedang mengandung anak pertama..umur kehamilan saya 10 minggu.. sejak mggu pertama ,keputiha terjadi.. tp terkadang bcampur sdkit darah.. kadang keputihan biasa.. tp skg kdg bcmpurdarah sedkit.. tanpa prosea kontraksi atau sakit, dan tdk pernah terjadi flek sampai k celana dlm.. apakah berbahaya? karena saya khawatir,ini kehamilan pertama saya trims

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Pada wanita hamil memang sering terjadi keputihan dikarenakan hormonal. Sebaiknya Anda dapat memeriksakan diri ke dokter kandungan Anda untuk masalah keputihan ini.  Keputihan selama kehamilan harus segera diatasi karena apabila tidak diatasi dapat menyebabkan ketuban pecah dini yang kemudian dapat memicu persalinan prematur.  Selain itu menjaga kebersihan daerah vagina juga sangat penting, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar