Sukses

Ejakulasi Dini dan Disfungsi Ereksi

27 Feb 2015, 15:37 WIB
Pria, 40 tahun.

Siang dok,sy punya keluhan dgn ejekulasi dini,terus batang penis sy tdk berdiri tegak kasarnya lembek dan loyo,obat apa yg harus sy konsumsi untuk pulih seperti sedia kala.terima kasih dok.

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com,

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Istilah yang dapat digunakan dalam menggambarkan kondisi Anda adalah ejakulasi dini. Definisi ejakulasi Dini berdasarkan American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV (DSM-IV) berarti ejakulasi berulang atau menetap dengan stimulasi seksual yang minimal, sebelum atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan. Kondisi ini tidak dipengaruhi oleh obat-obatan dan akan mengakibatkan gangguan emosi dan psikis bagi kedua belah pihak. 

Penyebab Ejakulasi Dini

Sebagian besar kasus ejakulasi dini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Penelitian menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal, penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan penyebab dasar dari ejakulasi dini.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ejakulasi dini diturunkan secara genetik karena ditemukannya gen dengan nama 5-HTTLPR yang bertanggung jawab untuk jumlah dan aktivitas dari serotonin. Serotonin sendiri mengontrol terjadinya ejakulasi pada pria. Pada pria dengan ejakulasi dini, serotonin mereka kurang aktif merangsang otak untuk mengontrol kemampuan ejakulasi.

Pada beberapa kasus, ED akan membaik seiring dengan waktu dan bersamaan dengan terselesaikannya masalah emosi pria tersebut. Terapi pengobatan hanya diberikan bila memang gangguan organik atau keseimbangan hormon adalah penyebabnya.

Penyebab Ejakulasi Dini

Sebagian besar kasus ejakulasi dini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Penelitian menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal, penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan penyebab dasar dari ejakulasi dini.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ejakulasi dini diturunkan secara genetik karena ditemukannya gen dengan nama 5-HTTLPR yang bertanggung jawab untuk jumlah dan aktivitas dari serotonin. Serotonin sendiri mengontrol terjadinya ejakulasi pada pria. Pada pria dengan ejakulasi dini, serotonin mereka kurang aktif merangsang otak untuk mengontrol kemampuan ejakulasi.

Pada beberapa kasus, ED akan membaik seiring dengan waktu dan bersamaan dengan terselesaikannya masalah emosi pria tersebut. Terapi pengobatan hanya diberikan bila memang gangguan organik atau keseimbangan hormon adalah penyebabnya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:

  1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu

  2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria

  3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual

  4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini (Baca: Senam Kegel untuk Pria)

  5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:

    • Terapi seksual
      Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.

    • Terapi obat
      Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter

    • Psikoterapi
      Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual

Perlu dipahami bahwa selain beberapa tips diatas, kesehatan otak merupakan hal yang sangat penting di dalam kasus ejakulasi dini. Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon sehingga mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang. Kesehatan otak adalah yang paling utama, selain dari kesehatan jiwa dan fisik yang juga harus terjaga. Selain menjaga kesehatan otak, jiwa, dan fisik, jangan lupakan kebutuhan komunikasi bagi pasangan suami-istri.

Komunikasi dalam hal ini antara lain mencakup mengenai puas-tidaknya hubungan seksual antara pasutri tersebut, apa yang diinginkan atau tidak, atau bahkan hal-hal di luar hubungan seksual. Komunikasi adalah jembatan penghubung antara pasutri dan merupakan obat yang cukup mujarab bagi pria dengan ejakulasi dini.

Sedangkan masalah penis yang tidak bisa keras, hal itu disebut sebagai disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik.

Disfungsi ereksi diakibatkan adanya gangguan psikis dan organis. Psikis jika adanya faktor kejenuhan, kejengkelan, kekecewaan, hilangnya daya tarik terhadap pasangan, trauma seksual hingga rasa takut gagal yang terpicu dari kurangnya rasa kepercayaan diri. Sedangkan gangguan organis terjadi akibat adanya penyakit diabetes, kolesterol, hipertensi, kelainan pembuluh darah, kelainan persarafan, obat-obatan, kelainan pada penis. 

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Obat-obatan apa saja yang Anda konsumsi secara teratur? Mungkin saja salah satu dari obat yang Anda konsumsi tersebut merupakan penyebab dari disfungsi ereksi. Anda dapat berkonsultasi mengenai hal ini kepada dokter spesialis jantung Anda.

Mengenai terapi gelombang kejut pada impotensi, meskipun dari hasil penelitian didapatkan hasil yang cukup memuaskan, namun terapi ini tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan setiap orang dengan masalah disfungsi ereksi. Hanya penderita disfungsi ereksi akibat masalah pada pembuluh darah (vaskulogenik) yang dapat diterapi dengan menggunakan gelombang kejut, karena pemberian gelombang kejut diduga mampu memicu pertumbuhan pembuluh darah baru yang selanjutnya dapat memperbaiki masalah pembuluh darah yang menjadi latar belakang timbulnya disfungsi ereksi.  Selain itu penelitian ini merupakan penelitian dalam skala kecil sehingga kefektivitasannya masih perlu dipertanyakan.

Untuk keluhan yang Anda alami, kami sarankan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis andrologi guna penanganan lebih lanjut. 

Berikut kami sertakan artikel terkait disfungsi ereksi:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar