Sukses

Buang Air Kecil Sering Disertai Nyeri

27 Feb 2015, 15:34 WIB
Wanita, 51 tahun.

Demam diikuti dgn buang air kecil setiap 10 -15 menit. Setelah buang air kecil terasa nyeri..., maunya buang air kecil lagi. Disamping itu punya diabet dgn mengkonsumsi nofomix dosis 10 pagi-siang & malam levemir dosis 6. Trima kasih.

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com,

Pada penderita diabetes, seringkali terdapat gejala poliuria (sering buang air kecil) selama gula darah belum terkontrol. Namun pada kasus Anda, hal ini telah disertai nyeri setelah BAK dan terdapat gejala demam, yang mengindikasikan bahwa kemungkinan telah terjadi infeksi saluran kencing/ infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, BAK sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. ISK lebih mudah terjadi pada wanita karena wanita daripada pria. Secara umum, penyakit ini tidak menular. ISK disebabkan oleh beberapa jenis kuman penyakit, dan beberapa diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.

  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Namun, infeksi saluran kemih juga dapat timbul tanpa gejala dan baru terdeteksi dari hasil urinalisis. Hasil ini pun tergantung cara penampungan sampel urin. Untuk memastikan masih adanya infeksi saluran kemih, dapat dilakukan pemeriksaan kultur urin. 

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK. Karena tidak ada obat yang menjamin penyakit ini tidak kambuh lagi, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga daerah genital agar tetap kering dan bersih dan asupan cairan yang cukup. Seorang penderita diabetes seringkali memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dari orang normal, sehingga mudah terserang infeksi.

Selain hal-hal tersebut, terkadang pemberian obat-obatan juga diperlukan untuk mengatasi gejala(simptomatik) seperti untuk mengatasi nyeri ataupun demam yang menyertai dan juga untuk memberantas organisme penyebab infeksi saluran kemih tersebut, misalnya antibiotik. Dapatkanlah antibiotik khusus saluran kemih dari dokter penyakit dalam Anda. Pengobatan insulin dapat diteruskan seperti biasa.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga membantu. 

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar