Sukses

Nyeri Saat Berhubungan Intim

26 Feb 2015, 16:45 WIB
Pria, 29 tahun.

Dok, saya sudah 2 bln menikah. saya mengalami kendala saat berhubungan badan dengan istri saya. istri saya sangat takut dan cemas saat mau penetrasi. padahal ketika foreplay istri saya sudah sangat bergairah dan vaginanya sudah sangat basah. tetapi ketika penetrasi istri saya keliatan tegang, cemas dan tangannya jadi dingin. sehingga tidak lama mencoba vaginanya jadi kering. sehingga penis saya tidak berhasil menembus karena area vagina sangat tegang, dan istri saya seakan melawan usaha saya sehingga penetrasi tidak pernah berhasil. kami sudah berusaha melakukan belasan kali tetapi hasilnya selalu sama. saya juga sudah mencoba pakai pelumas buatan. tetap tidak berhasil karna lobang vagina istri saya seperti tertutup rapat ditambah dengan gerakan tubuhnya yang seakan selalu menghalangi terjadinya penetrasi. saya sudah sering bicara terbuka, istri saya tidak pernah mengalami trauma dan dia juga sebenarnya sangat ingin memuaskan saya, tapi tubuhnya tidak terkontrol dan tidak mengikuti keinginannya agar bisa penetrasi. istri saya juga kelihatan sangat menyesal karena selalu gagal. tetapi tubuhnya selalu tegang saat proses penetrasi. saya dan istri saya saat ini misah karena saya dinas luar kota, kami baru memiliki waktu bersama sekitar 2 minggu dari 2bln masa pernikahan kami. mohon sarannya, apakah ini termasuk normal? bagaimana cara mengatasi rasa cemas berlebihan dan agar istri saya selalu bergairah sampai selesai. terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal,  pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering

  • kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang

  • vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut

  • endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim

  • infeksi pada vagina

  • luka pada vagina

  • infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri

  • peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Pada kasus Anda, mungkin saat Anda pertama kali melakukan hubungan seksual kurang melakukan 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina istri Anda kurang. Hal ini menyebabkan penetrasi penis terasa sangat sakit. 

Namun, akibat rasa sakit yang berulang setiap kali melakukan hubungan seksual maka di dalam diri istri Anda muncul trauma atau perasaan takut untuk mengalami sakit yang sama, mungkin hal ini tidak istri Anda sadari, namun alam bawah sadar istri Anda merasakan hal tersebut. Akibatnya, vagina istri Anda berkontraksi tanpa disadari (dikenal dengan vaginismus). Meskipun Anda sudah melakukan pemanasan yang cukup lama, namun kontraksi dinding vagina yang tidak istri Anda sadari ini menyebabkan penetrasi penis kedalam vagina menjadi lebih sulit.

Jika vaginismus terus terjadi dan hubungan seksual terus dipaksakan, bukan tidak mungkin dinding vagina istri Anda akan robek dan mengalami luka yang akan memperberat rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Beberapa saran yang dapat Kami berikan untuk mencegah berulangnya kejadian tersebut antara lain:

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum Anda melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.

  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah istri Anda saat ini.

  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina istri Anda. 

Apabila keluhan berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, kami sarankan agar istri Anda berkonsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia pada diri istri Anda disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, dll.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar