Sukses

Terapi Ring Untuk Jantung

26 Feb 2015, 10:13 WIB
Wanita, 22 tahun.

Selamat sore. Dok, ibu saya (42) divonis penyakit jantung, tp saya tiak begitu faham kategori penyakit jantung yg divoniskan kpd ibu saya. dokter didaerah saya hanya menyarankan kalau ibu saya harus segera melakukan operasi dan menggunakan ring dijantungnya. apakah ada solusinya dok selain dioperasi dan memakai ring? terimakasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Apabila ibu Anda disarankan menggunakan ring jantung kemungkinan diagnosa ibu Anda adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyumbatan arteri koroner pada jantung. Terapi ini berguna untuk memeperlebar pembuluh darah arteri. Pelebaran pembuluh darah dimaksudkan untuk menghindari kematian otot jantung yang dapat berakibat kerusakan jantung permanen dan menyebabkan serangan jantung akut.

Apa yang dimaksud  stent/cincin/ring arteri koroner?

Stent (berbentuk cincin) arteri koroner adalah kawat stainless steel berbentuk tabung yang digunakan untuk membuka pembuluh darah arteri koroner yang tersumbat di dalam prosedur angioplasti. Stent tersebut dikecilkan hingga diameter terkecil dimana di dalamnya terdapat kateter balon. Stent dan balon tersebut akan diarahkan ke area yang tersumbat. Ketika balon dikembungkan, maka stent juga membesar, sesuai dengan ukuran dan bentuk serta melekat di dinding dalam pembuluh darah. Hal ini menjaga arteri tetap terbuka ketika balon dikecilkan kembali dan dikeluarkan. Stent tersebut menetap di arteri secara permanen, menjaganya tetap terbuka, meningkatkan aliran darah ke otot jantung, dan menyembuhkan gejala Penyakit Jantung Koroner (biasanya nyeri dada). Seiring dengan berjalannya waktu, dinding arteri akan menyembuh dan bagian dalam dari arteri (endothelium) akan tumbuh di sekital kawat metal dari stent untuk menjaga arteri tetap membuka.

Stent arteri koroner merupakan salah satu prosedur angioplasti. Angioplasti adalah terapi minimal invasif yang dilakukan di rumah sakit untuk membuka arteri yang tersumbat menggunakan kateter dengan balon di ujungnya. Selang panjang berbentuk tabung tipis yang dikenal sebagai kateter dimasukkan melalui inguinal (selangkangan) atau pergelangan tangan dan kemudian berjalan melalui pembuluh darah utama menuju tempat penyumbatan. Balon dengan ukuran kecil diletakkan di ujung dari kateter, balon tersebut kemudian dipompa sehingga menjadi besar untuk melebarkan arteri dan mengurangi sumbatan.

PROSEDUR PEMASANGAN STENT

Bagaimana prosedur pemasangan stent?

Penggunaan stent tergantung dari beberapa kondisi tersumbatnya arteri. Hal ini termasuk ukuran arteri dan lokasi dari sumbatan. Kateter jantung dimasukkan ke arteri melalui inguinal atau lengan. Di bawah visualisasi x-ray, ujung kateter tersebut menuju ke jantung. Tekanan diukur, dan angiogram atau film dari jantung dan pembuluh darah direkam. Sementara itu zat pewarna iodine atau zat kontras disuntikkan ke arteri melalui kateter. Zat kontras tersebut membantu arteri koroner agar dapat tervisualisasi melalui angiogram. Setelah mengevaluasi film x-ray tersebut, ahli jantung dapat menentukan ukuran dari arteri koroner serta sumbatan dan dapat memilih tipe balon kateter dan kawat pemandu yang akan digunakan untuk menterapi. Pada kebanyakan kasus, stent arteri koroner didahului dengan angioplasti. Hal ini disebut “pre-dilatasi”, yang membantu membuka sumbatan dan membuat lebih mudah untuk memasukkan stent.

Kawat tipis tersebut merupakan pemandu jalan bagi balon kateter menuju arteri yang tersumbat. Balon tersebut akan terus dikembangkan di tempat sumbatan selama 30 – 60 detik dan kemudian dikempiskan. Stent yang dibawa oleh balon tersbut sekarang sudah dibenamkan di dinding arteri yang tersumbat, menjaga agar arteri tetap terbuka. Pemasangan stent adalah prosedur yang sering dikerjakan, pada faktanya sekitar 70% dari prosedur angioplasty koroner adalah pemasangan stent.

Sebelum pemasangan stent dilakukan, pasien akan diinstruksikan untuk meminum aspirin selama beberapa hari. Aspirin dapat menurunkan kemungkinan terbentuknya bekuan darah selama prosedur dilakukan. Karena anestesi akan dilakukan selama prosedur, maka pasien puasa setelah tengah malam di hari sebelumnya. Pasien akan tetap terjaga selama prosedur pemasangan stent dan sedasi ringan digunakan untuk menjaga relaksasi dan kenyamanan. Pemasangan stent akan berlangsung selama 30 – 60 menit, tergantung dari tingkat kesulitan kasus.

Seberapa aman prosedur stent ini?

Di tangan seorang ahli jantung yang berpengalaman dan dengan ketersediaan teknologi modern, risiko kematian selama prosedur pemasangan stent umumnya kurang dari 1%. Komplikasi berat berkisar 4%, terjadi pada 1 atau 2 per 1000 pasien. Risiko serangan jantung dan perdarahan yang membutuhkan transfusi darah lebih tinggi bila dibandingkan dengan kateter jantung. Bagaimanapun juga, risiko yang terjadi lebih rendah bila dibandingkan dengan keuntungan yang didapat.

Apakah pemasangan stent koroner dilakukan pada setiap kasus?

Jawabannya adalah tidak. Meskipun stent lebih superior dibandingkan angioplasti, namun stent lebih sulit dimasukkan pada plak atau sumbatan yang sangat keras dan sempit di pembuluh darah (umumnya deposit calcium). Stent sendiri juga tidak dapat digunakan pada pembuluh darah arteri yang sangat kecil. Saat ini, pemasangan stent dilakukan pada 50 – 75% dari seluruh tindakan angioplasti.

Obat-obatan dapat mengurangi terjadinya sumbatan pembuluh jantung, namun tergantung dari seberapa besar persentase sumbatan. Apabila sudah disarankan untuk menggunakan ring, kemungkinan sumbatan arteri sudah cukup bermakna dan menimbulkan gejala, sehingga obat dirasa tidak dapat digunakan lagi. Apabila belum merasa yakin, Anda boleh saja mencari pertimbangan saran dari dokter spesialis dalam atau dokter spesialis jantung lain untuk menentukan terapi ibu Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Terima kasih.

Salam

 

0 Komentar

Belum ada komentar