Sukses

Gangguan Ereksi

20 Mar 2015, 15:02 WIB
Pria, 28 tahun.

Siang dok, Karena panjang ceritanya jadi saya langsung ke pertanyaan saya. Saya di sunat untuk yang kedua kalinya (Sunat pertama kalinya tidak ingat kapan. Karena dokter mengatakan sudah (mungkin waktu lahir). Pasca 1 minggu sunat kedua kali ini, mengapa frekuensi ereksi saya jadi lebih rendah ketimbang sebelum disunat kedua kali ini ya dok? Apakah sunat kedua ada pengaruhnya? Apakah hanya karena kondisi penis masih belum normal jadi frekuensi ereksi jadi rendah atau karena apa? Saya takut terjadi sesuatu. Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguanereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Kami sertakan artikel:

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Mengenal Jenis Disfungsi Ereksi

Anda menyebutkan bahwa Anda sedang banyak beban pekerjaan dan pikiran. Hal ini dapat mempengaruhi masalah ereksi yang Anda alami. Anda dapat mencoba untuk melakukan relaksasi dan memperbanyak istirahat. Bila masalah masih ada, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi untuk dilakukan evaluasi lebih jauh.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar