Sukses

Apakah Teman Saya HIV?

24 Feb 2015, 11:23 WIB
Wanita, 22 tahun.

Slmt mlm dok.. Th 2012 lalu tmn saya terkena herpes kelamin tp tdk d obati sehingga sembuh sndri karena dikira gatal biasa. Dan tahun 2013 dia terkena cacar air ke dua d perutnya tp sudah d obati. Dan setelah itu terkena kista bartholin setelah itu saat dia hubungam seks pacarx terkena GO. Apakah tmn saya terkena HIV? Karena saya jg pernah browsing klo Gejala HIV salah satunya herpes kelamin. Apakah herpes kelamin bisa menular ke psanganx wlw tdk kambuh dan gmn mengobatinya?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Jadi jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI) dengan cara tidak melakukan hubungan seksual pranikah, tidak menggunakan narkoba jarum suntik, dan hindari kontak langsung cairan tubuh dengan penderita HIV.

Perlu diketahui bahwa pada infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama 

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah: 

Gejala Awal dari infeksi HIV-AIDS adalah:

  • Nyeri kepala
  • Diare
  • Mual dan Muntah
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Nyeri menelan
  • Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada
  • Demam

Hubungi dokter segera bila  merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Tahap Kedua 

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis.

Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

  • Lelah setiap saat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan
  • Demam > 10 hari
  • Keringat malam
  • Berat badan menurun drastic
  • Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang
  • Sulit bernafas
  • Diare yang berkepanjangan
  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
  • Mudah berdarah atau memar

Melihat riwayat teman Anda yang beberapa kali menderita infeksi menular seksual, maka kami sarankan teman Anda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Saat ini telah ada program pemerintah dalam menaggulangi bahaya HIV/AIDS yaitu dengan VCT. 

Layanan Konseling dan Testing Sukarela atau VCT (Voluntary Counseling and Testing) adalah program pencegahan sekaligus jembatan untuk mengakses layanan manajemen kasus dan CST (perawatan, dukungan dan pengobatan bagi ODHA/orang dengan HIV-AIDS). Layanan VCT telah mencakup konseling pre tes, tes HIV dan konseling post tes. Kegiatan tes dan hasil tes pasien harus dijalankan atas dasar prisnsip kesukarelaan dan kerahasiaan. 

Program layanan VCT dimaksudkan membantu masyarakat terutama populasi beresiko dan anggota keluarganya untuk mengetahui status kesehatan yang berkaitan dengan HIV dimana hasilnya dapat digunakan sebagai bahan motivasi upaya pencegahan penularan dan mempercepat mendapatkan pertolongan kesehatan sesuai kebutuhan.

Tujuan program layanan VCT :

  1. Meningkatkan kesadaran populasi beresiko tentang status kesehatan HIV-nya
  2. Meningkatkan kesadaran populasi beresiko untuk membuat keputusan dan mempertahankan perubahan perilaku yang aman terhadap penularan HIV
  3. Meningkatkan jumlah populasi beresiko dan anggota keluarganya dalam upaya mencegah perluasan penularan HIV
  4. Membantu mereka yang teridentifikasi terinfeksi untuk segera mendapat pertolongan kesehatan sesuai kebutuhan

Yang menjadi target sasaran program layanan VCT :

  1. Pengguna Napza suntik (Penasun atau IDUs)
  2. Pasangan seks tetap dari IDUs yang bukan IDUs
  3. Pekerja seks perempuan langsung
  4. Pekerja seks perempuan tak langsung
  5. Pekerja seks laki-laki
  6. Gay atau LSL
  7. Waria penjaja seks
  8. Pelanggan dari pekerja seks perempuan atau laki-laki
  9. Pasagan tetap dari pelanggan PSK

Layanan VCT ini dapat Anda temui pada puskesmas terdekat atau pada klinik yang mendukung program tersebut. Biasanya memang tidak ada biaya yang dikenakan, namun pada beberapa klinik ada juga yang harus bayar, walaupun biayanya tidak tinggi dan cukup terjangkau. Biasanya disetiap Rumah sakit umum daerah (RSUD) dapat dilakukan pemeriksaan ini. Untuk mencari rumah sakit/ klinik yang terletak di daerah Anda dapat menggunakan layanan cari rumah sakit/klinik di Klikdokter.

Pada umumnya virus herpes simpeks yang aktif akan menimbulkan gejala kulit. Untuk memastikan apakah terdapat virus aktif atau tidak dapat dilakukan dengan pemeriksaan IgM Anti HSV1/2. Secara umum tidak ada makanan atau minuman yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi namun sebaiknya Anda menjaga pola makan dan hidup Anda secara sehat agar virus tidak aktif kembali. 

Apabila Anda ingin berhubungan intim atau melakukan aktivitas seksual lainnya dengan pasangan, dipastikan tidak dalam keadaan sakit, tidak ada kelainan kulit dan dapat dipastikan dengan IgM anti HSV 1/2 negatif untuk menghindari penularan. Pada umumnya tidak terjadi penularan apabila virus dalam keadaan tidak aktif.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar