Sukses

BAK Tiap 2 Jam

23 Feb 2015, 11:35 WIB
Pria, 37 tahun.

Dok, saya sering buang air kecil. Paling tidak dua jam sekali saya selalu buang air kecil. Saya kena penyakit apa ya dok? Dan apakah bisa diobati? Terimakasih dok.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Gejala sering buang air kecil (BAK) pada laki-laki seusia Anda dapat disebabkan beberapa penyakit antara lain Diabetes Mellitus (DM), Infeksi Saluran Kencing (ISK), dan pembesaran prostat.

diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dimana terjadi kenaikan kadar gula dalam darah akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin (hormon yang mengatur kadar gula darah) secara adekuat, atau tubuh tidak dapat merespon insulin sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Keadaan ini dapat memicu penyakit lainnya seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, gangguan saraf dan pembuluh darah, dan sebagainya. 

Lalu bagaimanakah seseorang terdiagnosis dengan diabetes? Diagnosis diabetes didasarkan pada hal-hal berikut 

  • Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
  • Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
  • Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
  • Tes HbA1c Anda lebih besar dari 6,5%

Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Infeksi saluran kencing (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

Untuk memastikan diagnosis ISK dan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, misalnya urinalisis. 

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

ISK atas maupun bawah harus ditangani dengan pemberian antibiotik sesuai dengan bakteri penyebab. Karena jika tidak diobati segera, peradangan akan terus berlanjut dan dapat mengakibatkan komplikasi pada ginjal. Oleh sebab itu kami sarankan Anda segera menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dan dosis yang sesuai.

Prostat adalah kelenjar pada pria yang terletak mengelilingi leher dari kandung kemih bagian bawah dan di uretra (saluran kemih). Fungsi dari prostat adalah memproduksi cairan prostat yang merupakan cairan utama dari semen ketika pria ejakulasi. Ada 3 kondisi yang dapat terjadi pada prostat yaitu :

   1. Pembesaran prostat (BPH)
   2. Prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat)
   3. Kanker prostat

Gangguan prostat ditandai dengan gejala obstruktif dan iritatif. Gejala obstruktif meliputi stream (gangguan pancaran aliran kencing), voiding (perlu mengedan ketika kencing), hesitency (jika sudah ingin merasa kencing, air kencing tidak dapat segera keluar), intermitency (air kencing terputus-putus), bladder emptying (tidak lampias), incontinence (mengompol). Gejala iritatif ditandai dengan urgency ( tidak dapat menahan kencing), nocturia (jumlah kencing di malam hari meningkat), diuria (jumlah kencing di siang hari meningkat).

BPH (Benign Prostat Hiperplasia) merupakan pembesaran kelenjar prostat yang bersifat jinak, yang hanya timbul pada laki-laki yang biasanya pada usia pertengahan atau lanjut. Pada usia 40an, seorang pria mempunyai kemungkinan terkena BPH sebesar 25%. Menginjak usia 60-70 tahun, kemungkinannya menjadi 50%. Dan pada usia diatas 70 tahun, akan menjadi 90%. Benjolan Pada prostat hanya dapat dirasakan dengan Rectal Touche (Colok Dubur), atau dengan pemeriksaan USG. Sepanjang umurnya, prostat pria akan terus mengalami pembesaran dan pada beberapa pria, pembesaran tersebut terjadi hingga menyumbat saluran kencing. Hingga saat ini mekanisme pastinya belum ditemukan namun diduga karena perubahan keseimbangan hormon seiring dengan bertambahnya usia pria.

Jika telah terjadi pembesaran prostat pada pria maka penanganan yang dapat diberikan dokter adalah pemberian obat atau operasi. Obat diberikan jika gejala masih ringan dan pembesaran tidak terlalu besar, namun jika gejala sudah cukup parah, mengganggu kualitas hidup dan pembesaran prostat cukup besar maka dokter akan menganjurkan untuk operasi.

Kami sarankan sebaiknya periksakan keluhan Anda kepada dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Urologi agar dapat dievaluasi lebih lanjut mengenai keluhan yang Anda alami agar dapat segera diambil tindakan terhadap penyebabnya.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

 

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar