Sukses

Solusi Susah BAB Pada Anak

15 Oct 2015, 15:34 WIB
Wanita, 32 tahun.

Anak saya Perempuan usia 2thn10bln susah BAB, awalnya dari lahir BABnya lancar, sejak umur 9bln s.d skrg baru mulai BABnya gak lancar bisa 3-4hari sekali. dan Fesesnya juga keras berwarna coklat gelap n sgt bau. Kira2 solusinya gimana ya dok?? secara ank saya tidak suka sayur n buah & dari usia 2bln sdh tdk ASI lg tapi minum susu formula sgt kuat, sehari bisa 4-5gelas. Setiap dia mau BAB dia gak mau jongkok tp berdiri & selalu menagis kesakitan, jd kadang dia suka menahan BABnya, jd kami selalu menggunakan mixrolak agar fesesnya bisa keluar. Sabtu malam iseng2 saya raba perutnya, ternyata ada benjolan di perut kanan bawah, kalau ditekan tdk sakit tp keras, nahh minggu paginya dia BAB (setelah 3hr gak BAB) saya raba & tekan perutnya lagi benjolan itu sudah tidak ada lg. Saya takut kira-kira itu apa ya dok?? apakah bahaya bagi kesehatan anak saya.. Mohon penjelasannya.. Terimakasihh...

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Susu formula lebih sulit untuk dicerna karena umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB anak dengan semakin bertambahnya usia, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan anak. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada anak bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada anak dapat juga terjadi karena anak masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada anak anda, Anda tidak perlu khawatir karena anak akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada anak anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti anak menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada anak anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa anak anda ke dokter spesialis anak.

Mengenai adanya massa yang teraba keras saat anak belum BAB dan menghilang setelah anak BAB, kami duga merupakan massa akibat feses yang tertahan pada usus besarnya. Namun, untuk memastikannya perlu dilakukan pemerisaan secara langsung.

Untuk informasi Anda, saya sertakan artike tentang penyebab dan solusi sulit BAB pada anakl: 4 Penyebab Anak Sulit BAB 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar