Sukses

Arah Penis Normal Ketika Ereksi

13 Oct 2015, 20:12 WIB
Pria, 30 tahun.

dok, sya mau tnya....bentuk batang penis klo lagi tegang, normalnya gmna? apa condong ke atas ato ke bawah? penis suami saya bentuk klo lagi tegang kok arahnya ke bawah, itu normal ato tdk normal? mohon bantuannya terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Apakah suami anda mengeluhkan ada rasa nyeri atau kaku saat ereksi?

 

Penis yang bengkok tentu menimbulkan kekhawatira. Normalnya, penis memang sedikit bengkok. Namun, ada keadaan yang membuat penis bengkok dengan derajat bervariasi baik ke atas-bawah, maupun kiri-kanan. Keadaan ini disebut dengan Peyronie’s Disease.

Peyronie's Diesase merupakan  keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi.

Pada penis dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menyebabkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa struktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Kami menyarankan agar suami Anda berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan secara lengkap, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Pemeriksaan penunjang dapat berupa ultrasonografi penis untuk melihat struktur jaringan penis. Bedasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan merencanakan tatalaksana yang sesuai untuk keadaan suami Anda.

Berikut terdapat artikel yang berkaitan untuk menambah informasi Anda :

 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar