Sukses

Penanganan Epilepsi Anak

22 Feb 2015, 16:30 WIB
Wanita, 9 tahun.

Ini sakit anak sy, kejang pada saat tidur, sthn lalu berawal dr kebas tangan sesekali, bbrpa bln kemudian menyusul kebas sampai lengan dan akhirnya mulai kejang pd saat tdr dan myusul wajahnya mjd kejang jg spt stroke, dialami hanya stngh badan, kata doktr saraf itu epilepsi, mohon dijelaskan epilepsi seperti apa yg dialami ank sy, apa harus mengkomsumsi depakene slama 2 thn,,itu yg di anjurkan oleh dr. saraf tmpt sy konsul

 

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter.

Kami turut prihatin atas kondisi anak Anda dan salam kami untuk buah hati Anda. Epilepsi adalah kondisi gangguan neurologi (saraf) yang ditandai dengan kejang berulang tanpa penyebab yang jelas. Kejang diakibatkan oleh gangguan aliran listrik pada otak. Epilepsi dapat dikontrol dengan obat-obatan namun umumnya tidak dapat disembuhkan secara total.  Transcranial Magnetic Stimulation merupakan sebuah prosedur penggunaan medan magnetik untuk merangsang otak. Kegunaannya bahkan tidak hanya terbatas pada epilepsi, namun juga dipercaya berguna untuk penanganan pasien pasca stroke dan depresi. Walau ada studi yang mendokumentasikan manfaat, namun terapi ini belum dijadikan konsensus penanganan epilepsi, namun ada yang melakukan di beberapa pusat kesehatan. Maaf, sesuai dengan prinsip impartialitas dari website ini, kami tidak dapat menyebutkan nama rumah sakit tertentu, namun Anda dapat mencari di google dengan keyword alat ini, karena alat ini sudah terdapat di Jakarta. Terkait email dr Winugroho, untuk informasi lebih lanjut kami sarankan Anda menghubungi Admin@klikdokter.com.

Izinkan kami menjelaskan juga tentang beberapa informasi penting terkait epilepsi. Yang perlu diketahui adalah beberapa sindroma epilepsi tidak terjadi seumur hidup, beberapa bentuk epilepsi hanya mengalami gejala kejang pada masa anak-anak, meskipun dapat juga menetap. Beberapa penyebab epilepsi adalah riwayat cedera/trauma kepala, luka pada kepala/otak, infeksi, meningitis, ensefalitis, atau tumor otak.

Di bawah ini adalah beberapa tips yang dapat orangtua lakukan untuk anak mereka yang memiliki epilepsi:

  • berikan pengertian kepada anak mengenai penyakit mereka
  • buatlah anak anda selalu berpikir positif mengenai penyakitnya dan fokuskan kepada hal lain yang dapat mereka lakukan (bukan pada kejang yang akan mereka alami)
  • pelajari rencana terapi untuk anak anda dan ikuti sesuai petunjuk
  • bila anda pikir perlu, anda dapat melakukan konseling keluarga dengan dokter anak atau psikolog agar seluruh anggota keluarga mengerti mengenai penanganan epilepsi
  • beritahukan kepada pihak sekolah bahwa anak anda memiliki epilepsi dan sedang dalam pengobatan

Yang terpenting adalah mengikuti pengobatan dokter secara teratur. Pengobatan yang dilakukan ini untuk mencapai kualitas hidup yang optimal seperti mengurangi frekuensi atau menghentikan serangan, mencegah efek samping serta menurunkan angka kesakitan. Sekitar 70-80% epilepsi dapat sembuh dengan obat. Obat epilepsi tidak boleh dihentikan secara mendadak, tapi harus perlahan-lahan diturunkan dosisnya. Penghentian obat secara mendadak justru berbahaya dan bisa menyebabkan kejang hebat pada anak.

Epilepsi memang dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, terutama jika frekuensi kejang sering. Gangguan akibat epilepsi dapat berubah perkembangan terlambat, gangguan emosional, gangguan fungsi kognitif (kecerdasan), anak menjadi hiperaktif, dan sebagainya.

Anak dengan epilepsi pun dapat hidup secara normal. Yang terpenting adalah ikuti rencana terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres. Beritahukanlah kepada orang di sekitar anak anda bahwa anak anda memiliki epilepsi sehingga orang di sekitar dapat bertindak secara tepat apabila kejang terjadi.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Anak untuk menangani epilepsi dan masalah pada tumbuh kembang Anak.

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga membantu. (AN)

Terima kasih.

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar