Sukses

Penanganan Stroke

22 Feb 2015, 16:09 WIB
Pria, 65 tahun.

Saya ingin bertanya, ayah berumur 65 dulu seorangg radiografer dan dosen radiologi saya sedang koma di RSpon. pada selasa, 27 januari 2015 di rsgp masuk icu dengan kesadaran menurun, disertai rusak paru2(ad infeksi) dan hasil CT scan menunjukkan ada Pembengkakan otak juga GCS 4-6. Hari jumat 30 januari dipindahkan ke rspon, dan senin di CT scan kembali tgl 2 februari menunjukkan ada Infark di bagian kiri atas dan pembengkakan yang tidak terlalu signifikan. kemudian ayah membaik adanya gerakan tangan dan respon yang baik meskipun tidak sadar GCS 6-7hingga tgl 11 februari, Sejak tgl 11 februari respon ayah menurun, ternyata tgl 12 di CT scan kembali menunjukkan adanya Pendarahan di bagian kanan sudah menyebar ke selururuh bagian otak dan sudah langsung dipasangkan selang (drain) untuk mengeluarkan darahnya. Sekarang ayah sudah pakai trakeostomi. Hingga saat ini belum ada perbaikan, dan dokter mengatakan GCS 2. Bagaimana menurut dokter ? obat apa untuk menangani penyakit tersebut ? sebenarnya dari awal dokter yg menangani sudah memberi obat utk pembengkakan tersebut atau tidak ? Atau obat nya tidak bekerja ? Apa yang harus dilakukan ? dokter bedah saraf tidak berani untuk melakukan oprasi besar. Bagaimana saran para ahli untuk penyakit ini ? obat apa yang bagus dan ampuh meskipun harganya tidak murah ? Di rs ini ada ahli saraf Prof. yusuf misbah, tapi dia bukan dokter icu dan tidak visit ke icu, apakah keluarga pasien boleh meminta beliau untuk visit ke icu ? mohon saran dan usulnya. Terimakasih

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun, mengingat permasalahan yang Ayah Anda alami cukup kompleks, ada Anda berkonsultasi langsung dengan dokter yang memeriksa Ayah Anda. Mengingat kasus Ayah Anda yang sudah dirawat di ICU, penjelasan kami tentu tidak akurat jika tidak didasari pemeriksaan langsung, melihat hasil pemeriksaan laboratorium dan CT scan. Karena informasi yang Anda sampaikan cukup minimal. Pertimbangan operasi tentu didasari pada kondisi umum pasien, apakah stabil atau tidak, berapa luas perdarahan yang terjadi? Bagaimana kondisi jantung pasien, apakah ada masalah? Bagaimana kondisi infeksi parunya? Apa antibiotik yang digunakan dan sudah berapa lama? 

Dari pertanyaan Anda, sepertinya Ayah Anda mengalami infark yang merupakan sebuah stroke. Izinkan kami menjelaskan sedikit seputar stroke. 

Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik.

 Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90 ?

  • Penderita kolesterol tinggi

  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)

  • Perokok

  • Penderita atrial fibrilation

  • Obesitas

  • Tidak pernah berolah raga

  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga

  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

Gejala stroke bisa menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati. Karena itu, orang dengan gejala-gejala stroke,seperti paman Anda, sebaiknya segera dibawa ke dokter secepatnya. Gejala-gejala stroke yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung dari daerah otak yang terserang, antara lain :

  • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran

  • Penglihatan ganda

  • Pusing

  • Bicara tidak jelas (pelo)

  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat

  • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh

  • Pergerakan yang tidak biasa

  • Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih

  • Ketidak seimbangan dan terjatuh

  • Pingsan.

Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

- F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

- A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

- S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

- T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi.

Serangan stroke berulang sangat mungkin terjadi. Untuk memastikan diagnosis stroke, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan CT-scan atau MRI. Dengan diketahui penyebabnya, apakah akibat sumbatan pembuluh darah atau akibat perdarahan, maka dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat sehingga kelumpuhan dan gejala lainnya dapat dicegah bahkan dipulihkan kembali. Sekitar 50% penderita yang mengalami kelumpuhan separuh badan bisa kembali memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri setelah menjalani pengobatan yang tepat secepatnya.

Untuk itu penanganan pertama yang dapat Anda lakukan bagi orang yang terkena serangan stroke adalah sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit, karena pertama-tama perlu diketahui dulu jenis stroke nya melalui pemeriksaan CT scan dan MRI, barulah dokter akan menangani sesuai penyebabnya misalnya dengan obat atau tindakan pembedahan. 

Sedangkan benturan saat balita tidak menyebabkan stroke saat dewasa. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai stroke dan pencegahannya, Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul Stroke.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan kami doakan semoga Ayah Anda lekas membaik.

Salam,

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar